Mobile Legends Masih Jadi Game Online Favorit Masyarakat Indonesia di 2026
- 15 Jun 2026 12:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Mobile Legends kembali menempati posisi teratas sebagai game online paling digemari masyarakat Indonesia pada tahun 2026. Temuan ini berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Survei tersebut mencatat jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet mencapai 235,26 juta jiwa dari total populasi 287,89 juta jiwa. Dengan capaian tersebut, tingkat penetrasi internet nasional meningkat menjadi 81,72 persen pada tahun 2026.
Dari total pengguna internet tersebut, sebanyak 28,3 persen diketahui aktif bermain game online. Angka ini mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 28,2 persen, menunjukkan minat masyarakat terhadap gim daring masih terus bertumbuh.
Mengutip goodstats, dalam daftar game paling populer, Mobile Legends memimpin dengan persentase pemain mencapai 40,5 persen. Popularitas game bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) itu masih unggul jauh dibandingkan pesaing lainnya di Indonesia.
Posisi kedua ditempati oleh Free Fire dengan persentase 24,2 persen. Sementara Roblox berada di peringkat ketiga dengan capaian 11,3 persen, menunjukkan semakin besarnya minat pengguna terhadap game berbasis kreativitas dan komunitas.
Di urutan berikutnya, PUBG mencatat persentase 9,3 persen. Meski persaingan industri game semakin ketat, PUBG masih mampu mempertahankan basis pemain yang cukup besar di Indonesia.
Selain game kompetitif, sejumlah judul lain juga memiliki penggemar yang loyal. Candy Crush Saga memperoleh 5,4 persen, disusul FIFA Mobile sebesar 2,3 persen, dan Minecraft dengan 1,8 persen. Adapun kategori game lainnya secara keseluruhan mencapai 5,1 persen.
Survei APJII tersebut dilaksanakan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun. Responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....