Tingkatkan Literasi, Balai Bahasa NTT Bekali Penulisan Esai Bagi 600 Generasi Muda

  • 13 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar bimbingan teknis penulisan esai sebagai bagian dari program Krida Duta Bahasa. Kegiatan ini menyasar 600 generasi muda dari perguruan tinggi, komunitas, dan unsur lainnya di NTT.

Bimtek gelombang kedua berlangsung di Aula Sukarto, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Kupang, Sabtu, 6 Juni 2026. Sebelumnya, gelombang pertama dilaksanakan di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT sementara gelombang ketiga dijadwalkan pekan depan dengan 200 peserta.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan literasi. Peserta diharapkan mampu menyalurkan ide, mengekspresikan gagasan, dan menyusun karya tulis sesuai bidangnya.

"Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda NTT memiliki bekal untuk berliterasi. Mereka dapat menyusun karya dan menjadikan literasi sebagai pedoman dalam bertindak," ujarnya.

Dari hasil bimtek, 10 esai terbaik akan diseleksi dan dikirim ke Jakarta. Karya tersebut akan bersaing dengan esai dari seluruh Indonesia.

Budhiono menilai peran generasi muda dalam penguatan literasi di NTT sangat strategis. Untuk itu, Balai Bahasa NTT setiap tahun menyeleksi Duta Bahasa. Seleksi dilakukan untuk mencari generasi muda yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap literasi.

"Mereka akan bergerak sebagai Duta Bahasa untuk meningkatkan kualitas literasi, baik di lingkungan sendiri, kampus, maupun komunitas," kata Heri Budhiono.

Tahun ini kegiatan Krida Duta Bahasa difokuskan pada penulisan esai. Pada tahun sebelumnya, Balai Bahasa NTT telah melaksanakan kegiatan kreatif seperti pembuatan film, cerpen, dan pidato. Ke depan, tema kegiatan akan menyesuaikan kebijakan pusat.

Budhi mengajak generasi muda, komunitas, dan perguruan tinggi untuk bersama-sama meningkatkan literasi di NTT. Menurutnya, Balai Bahasa tidak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa dukungan berbagai pihak.

Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Teologi, serta komunitas Taman Baca dan komunitas literasi di Kota Kupang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....