Suster OHFS Buka Kursus Lawan Kecanduan Gadget
- 04 Jun 2026 12:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang— Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketergantungan gadget pada anak usia dini, Komunitas Suster Fransiskan OHFS Indonesia di Bello, Kota Kupang, menghadirkan solusi edukatif melalui program pendampingan dan kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak.
Program yang dijadwalkan mulai berjalan pada 10 Juni 2026 itu menjadi bagian dari upaya mendorong anak-anak mengurangi waktu bermain telepon genggam sekaligus memperkuat kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.
Pimpinan Komunitas Suster OHFS Indonesia, Suster Mersy, OHFS, mengatakan perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak pada perkembangan anak.
“Anak-anak saat ini sangat dekat dengan gadget. Karena itu kami ingin menghadirkan kegiatan yang lebih positif agar mereka memiliki ruang belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman seusianya,” kata Suster Mersy.
Gagasan penyelenggaraan kursus Bahasa Inggris lahir dari diskusi antara Komunitas OHFS dan tokoh masyarakat Bello, Goris Takene, mengenai kebutuhan anak-anak terhadap aktivitas pendidikan di luar jam sekolah.
Berbekal kemampuan para suster dalam bidang bahasa, program tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.
Bahasa Inggris dipilih karena dinilai menjadi keterampilan penting di era global. Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan belajar diharapkan mampu mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gadget yang berlebihan.
“Kami ingin anak-anak memanfaatkan waktu luang mereka untuk belajar hal-hal yang berguna bagi masa depan. Mereka tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga disiplin, berani berkomunikasi, dan membangun relasi dengan sesama,” ujar suster asal India yang kini fasih berbahasa Indonesia tersebut.
Menariknya, program ini tidak berorientasi komersial. Biaya yang dibebankan kepada peserta hanya bersifat partisipatif, berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 per bulan sesuai kelompok usia dan tingkat pembelajaran.
“Kami ingin kegiatan ini dapat dijangkau oleh banyak keluarga. Fokus utama kami adalah pendampingan anak-anak agar mereka memiliki aktivitas yang sehat, produktif, dan mendukung perkembangan karakter mereka,” tambahnya.
Respons masyarakat terhadap program tersebut terbilang positif. Sejumlah orang tua telah mendaftarkan anak-anak mereka sejak pendaftaran dibuka pada Mei 2026.
Ketua Lingkungan RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menilai program itu menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi kehidupan anak-anak.
“Program ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap gadget, tetapi juga membekali anak-anak dengan kemampuan yang berguna untuk masa depan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Kelompok Umat Basis Santa Maria Virgo Stasi Bello, Johnny Manehat. Ia menilai inisiatif para suster merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan generasi muda di lingkungan Bello.
“Kami sangat berterima kasih kepada para suster yang telah menghadirkan program ini. Semoga membantu orang tua mendampingi anak-anak dan melahirkan generasi yang lebih cerdas, kreatif, serta berkarakter,” katanya.
Di tengah tren penggunaan gadget yang terus meningkat pada kalangan anak-anak, program pendampingan Bahasa Inggris yang digagas Komunitas OHFS Bello menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal dapat menghadirkan ruang belajar alternatif yang produktif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....