Malwarebytes Perkenalkan Layanan Pendeteksi Nomor Penipuan

  • 04 Jun 2026 12:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal kini semakin sulit diabaikan. Pasalnya, para pelaku penipuan semakin canggih dengan memalsukan nomor telepon lokal dan bahkan meniru suara orang lain menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan keamanan siber Malwarebytes meluncurkan layanan baru bernama Scam Number Check, sebuah alat pencarian nomor telepon terbalik yang dapat digunakan secara gratis untuk memeriksa apakah suatu nomor aman, mencurigakan, atau telah teridentifikasi sebagai nomor penipuan. Menurut digitaltrends, layanan ini tersedia melalui situs resmi Malwarebytes dan dapat diakses tanpa perlu membuat akun maupun berlangganan.

Pengguna cukup memasukkan nomor telepon yang ingin diperiksa, kemudian sistem akan melakukan analisis dalam hitungan detik. Scam Number Check memanfaatkan mesin intelijen ancaman milik Malwarebytes yang mengolah data operator, sinyal kontekstual, serta jutaan laporan terkait aktivitas penipuan yang telah terkumpul sebelumnya.

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan status nomor tersebut, apakah aman untuk dihubungi kembali, tergolong mencurigakan, atau telah masuk dalam daftar penipuan yang dikenal. Selain itu, apabila data tersedia, alat ini juga menampilkan informasi tambahan seperti jenis nomor telepon, apakah berasal dari ponsel, telepon rumah, atau layanan VoIP, termasuk operator dan lokasi umum nomor tersebut.

Malwarebytes juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan nomor yang belum terdaftar dalam basis datanya. Laporan dapat dikategorikan sebagai panggilan otomatis (robocall), penipuan, maupun penipuan pengiriman barang.

Perusahaan menegaskan bahwa nomor yang dicari pengguna tidak akan disimpan dalam sistem. Data hanya akan tersimpan apabila pengguna secara sukarela mengirimkan laporan terhadap nomor tertentu, sehingga privasi pencarian tetap terjaga.

Berdasarkan data Scam Guard milik Malwarebytes, penipuan berbasis rekayasa sosial melalui panggilan telepon masih menjadi salah satu modus kejahatan yang paling banyak digunakan. Sementara itu, Federal Trade Commission (FTC) melaporkan kerugian akibat penipuan peniruan identitas mencapai 2,95 miliar dolar AS sepanjang tahun 2024.

Data lain dari Federal Bureau of Investigation melalui Pusat Pengaduan Kejahatan Internet menunjukkan bahwa lebih dari 21 miliar dolar AS berhasil dicuri para penipu dari warga Amerika Serikat sepanjang tahun lalu. Kehadiran Scam Number Check diharapkan dapat membantu masyarakat mengidentifikasi risiko sebelum menghubungi kembali nomor yang tidak dikenal, sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap semakin maraknya penipuan digital berbasis telepon. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....