SMAN 1 Lobalain Dukung Gerakan Jam Belajar untuk Tingkatkan Mutu,
- 04 Jun 2026 08:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID Rote – Penerapan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar mendapat dukungan dari berbagai kalangan pendidikan. Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd Wilson Dano, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan generasi unggul di masa depan.
Menurut Alberd, perhatian yang ditunjukkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi. Ia menilai Gerakan Jam Belajar merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam membangun budaya belajar yang lebih kuat di kalangan peserta didik.
“Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT ini punya perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan, terhadap mutu pendidikan, terhadap masa depan generasi kita. Kebijakan terkait ini saya kira perlu kita sambut baik,” ujar Alberd saat diwawancarai RRI di ruang kerjanya, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menegaskan, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan anak-anak memiliki lingkungan yang mendukung proses belajar di rumah.
Alberd menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah menurunnya motivasi belajar sebagian peserta didik. Karena itu, Gerakan Jam Belajar dinilai dapat menjadi sarana untuk mengarahkan waktu anak di rumah agar lebih produktif dan bermanfaat bagi perkembangan akademik mereka.
“Anak-anak ini kan lebih banyak waktunya di rumah. Di sekolah itu tujuh sampai sembilan jam. Nah, mereka di sekolah belajar, di rumah dengan waktu yang panjang kemudian tidak mendapat perhatian dan pengawasan, maka waktu yang mereka gunakan bisa saja lebih banyak tidak dipakai untuk belajar, tapi lebih banyak dipakai untuk bermain,” ujarnya.
Alberd berharap Gerakan Jam Belajar mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi NTT yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. (RH)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....