Pengabdian Masyarakat, STTII Kupang Perkuat Mental Pemuda Hadapi Era Digita

  • 28 Mei 2026 19:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Gereja Pentekosta Tabernakel (GPT) Kristus Gembala Kupang pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WITA ini mengusung tema “Penguatan Identitas dan Ketahanan Mental Pemuda GOC GPT Kristus Gembala di Era Digital” dan diikuti oleh 92 peserta.

Kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk seminar dan workshop yang bertujuan memperlengkapi pemuda gereja menghadapi tantangan era digital secara mental, spiritual, dan sosial. Seminar sesi pertama dibawakan oleh Dosen Prodi Teologi Salomi Dina Djami, M.Th dengan materi berjudul “Psikologi Perkembangan Kaum Muda di Era Digital”.

Dalam pemaparannya, Salomi menekankan bahwa pemuda Kristen saat ini berada pada persimpangan antara budaya digital yang terus berkembang dan nilai-nilai iman Kristen yang harus tetap dipertahankan. Menurutnya, media sosial tidak hanya memengaruhi pola komunikasi, tetapi juga membentuk cara kaum muda memandang diri mereka sendiri.

“Identitas yang kuat harus dibangun di atas iman, bukan di atas jumlah followers atau validasi digital. Masa muda adalah masa membangun arah hidup, bukan sekadar membangun citra,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan media sosial secara tidak sehat dapat memicu kecemasan, tekanan sosial, hingga kebingungan identitas. Karena itu, pemuda perlu membangun ketahanan mental melalui pengelolaan emosi yang sehat, komunitas yang mendukung, literasi digital, serta spiritualitas yang mendalam.

Seminar sesi kedua dibawakan oleh dosen prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Juliana Pontoan, M.Pd dengan tema “Etika Kristen dalam Menghadapi Tantangan Era Digital”. Dalam materinya, Juliana mengajak peserta memahami pentingnya menjaga identitas diri di dalam Kristus di tengah budaya digital yang sering menekankan popularitas dan pengakuan sosial.

Menurutnya, etika Kristen harus tetap tercermin baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Ia menyoroti pentingnya integritas dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam berkomunikasi, membangun relasi, dan menyaring informasi yang dibagikan.

“Karakter Kristen harus tetap terlihat, baik di dunia nyata maupun digital. Terang Kristus tidak boleh redup hanya karena seseorang berada di balik layar media sosial,” jelasnya.

Selain seminar, kegiatan juga diisi juga dengan sesi workshop yang dipandu oleh Owner Injeksi Laptop Kupang Jeksi Siokain, S.ST, M.AP., MM., C.Md. Pria yang kerap menyampaikan seminar public speaking dan komunikasi serta pengembangan diri dan karier ini membahas tema “Praktik Mengenal Diri, Mengelola Emosi, dan Mengambil Keputusan yang Benar di Era Digital”.

Dalam workshop tersebut, Jeksi membagikan pengalaman hidup dan strategi pengembangan diri bagi generasi muda NTT. Ia menekankan pentingnya pengenalan diri, visi hidup yang jelas, serta penguasaan keterampilan abad ke-21 sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Ia juga mengajak peserta untuk membangun mentalitas bertumbuh dan tidak terjebak dalam rasa minder maupun keterbatasan latar belakang hidup.

“Pengembangan diri bukan sebuah kebetulan. Itu adalah keputusan untuk terus bertumbuh setiap hari. Masa depan NTT membutuhkan SDM muda yang kompeten di hadapan dunia dan tetap benar di hadapan Tuhan,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang terdiri dari pemuda gereja GPT Kristus Gembala Kupang mengikuti seminar dan workshop dengan antusias. Sesi diskusi dan refleksi pribadi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran peserta terhadap tantangan penggunaan media digital di kalangan pemuda gereja. (WFWM/ST)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....