Irwan Mauk Dorong Kebangkitan Teknologi Dari Nusa Tenggara Timur

  • 27 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- LIXIR, menjadi brand laptop pertama asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hadir sebagai bagian dari upaya mendorong tumbuhnya industri teknologi dari Indonesia Timur. Irwan Mauk salah satu founder LIXIR, mengakui bahwa ketertinggalan Indonesia di sektor industri teknologi bukan sesuatu yang perlu disangkal, namun juga bukan alasan untuk berhenti melangkah.

“Dalam pandangan saya, ketertinggalan Indonesia di sektor industri teknologi bukan sesuatu yang perlu disangkal, tetapi juga bukan alasan untuk berhenti melangkah. Justru dari kondisi tersebut terlihat adanya ruang yang sangat besar untuk mulai membangun, meskipun dari langkah-langkah kecil dan proses yang tidak instan,” ujar Irwan dalam keterangannya di Jakarta.

Irwan menilai, langkah besar selalu dimulai dari keberanian untuk memulai dan menjaga konsistensi dalam proses. “Seperti kata filsafat klasik, a journey of a thousand miles begins with a single step, setiap kemajuan besar selalu lahir dari langkah pertama yang sederhana. Bahkan percikan kecil sekalipun, jika dijaga dan dijalankan terus, bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar,” katanya.

Menurut Irwan, semangat tersebut menjadi dasar lahirnya LIXIR sebagai brand laptop pertama dari Indonesia Timur yang lahir di Kota Kupang, NTT. “LIXIR hadir sebagai bagian dari upaya untuk ikut mendorong lahirnya kemampuan teknologi dari dalam negeri,” ujar Irwan.

Ia mengakui, perjalanan membangun brand teknologi bukan proses yang instan. Saat ini, LIXIR masih berada pada tahap awal pengembangan dan terus melakukan pembenahan dari berbagai sisi.

“Hal ini bukan sesuatu yang perlu disembunyikan, tetapi menjadi bagian dari proses belajar dan bertumbuh. Karena dalam setiap proses, yang terlihat sederhana hari ini bisa menjadi fondasi di masa depan,” ucapnya.

Brand LIXIR akan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan agar semakin baik serta dapat diandalkan masyarakat. Irwan menegaskan, LIXIR tidak diposisikan hanya sebagai hasil akhir, tetapi sebagai sebuah perjalanan panjang dalam membangun ekosistem teknologi Indonesia yang lebih mandiri.

“Harapannya, setiap langkah yang dilakukan dapat menjadi bagian kecil dari tumbuhnya ekosistem teknologi Indonesia yang lebih mandiri, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya lebih banyak inovasi dari daerah untuk Indonesia,” kata Irwan, mengakhiri. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....