Filosi Robotic Competition: Siap jadi Pusat Inovasi Teknologi Indonesia Timur
- 20 Mei 2026 15:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Semangat inovasi dan teknologi membara di Kota Kupang melalui gelaran Filosi Robotic Competition and Expo 2026 yang diselenggarakan oleh PT Filosi Exider Inovasi. Ajang yang mempertemukan pelajar, mahasiswa hingga peserta umum ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas mereka di bidang robotik dan teknologi.
Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander usai launching Filosi Robotic Competition and Expo 2026 di Satpel PVP Kota Kupang, Rabu, 20 Mei 2026 mengatakan bahwa kompetisi ini hadir untuk meningkatkan potensi generasi muda agar memiliki ruang untuk bertanding, belajar, sekaligus melahirkan inovasi baru.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan minat teknologi sejak dini, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, universitas hingga umum. Kami ingin anak-anak muda di NTT memiliki wadah untuk mengukur kemampuan dan mengembangkan kreativitas mereka,” ujar Erwin.
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang tergabung dalam sekitar 40 tim dari berbagai jenjang pendidikan. Antusiasme peserta disebut sangat tinggi, bahkan banyak pendaftar baru bermunculan pada hari-hari terakhir sebelum kompetisi dimulai.
Dalam kompetisi tersebut, sejumlah karya inovatif berhasil mencuri perhatian. Salah satunya adalah drone pertanian asal Sumbawa yang mampu menyebar pupuk dan benih secara otomatis.
Erwin bahkan membuka peluang kolaborasi agar inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk industri. Selain itu, karya anak-anak muda dari berbagai daerah di NTT juga menunjukkan potensi luar biasa.
Mulai dari teknologi pertanian hingga alat bantu tunanetra yang mampu mendeteksi objek berbahaya dari jarak satu meter. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies menyampaikan apresiasi penuh terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai Filosi Robotic Competition menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan berbasis teknologi. “Kami dari Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat menjadi agenda tahunan. Anak-anak kita tidak hanya harus berkembang dalam seni dan budaya, tetapi juga harus melek teknologi,” ujar Serena.
Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya inovasi tongkat pintar untuk tunanetra yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
“Kami melihat banyak karya yang bisa diakomodir dan dikerjasamakan dengan OPD terkait. Pemerintah siap membantu memperkenalkan bahkan mendukung pemasaran produk-produk inovatif anak muda ini,” katanya menambahkan.
Erwin berharap kompetisi robotik seperti ini terus mendapat dukungan agar NTT tidak lagi dipandang sebagai daerah tertinggal dalam bidang teknologi. “Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia Timur, khususnya NTT, juga mampu bersaing dalam dunia teknologi dan inovasi,” ujarnya, tegas.
Dengan dukungan pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, serta tingginya antusiasme generasi muda, Filosi Robotic Competition diyakini dapat menjadi motor penggerak lahirnya talenta-talenta teknologi baru dari Kota Kupang menuju tingkat nasional bahkan internasional. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....