Gubernur NTT Luncurkan Siber Sehat Demi Ruang Digital Positif
- 09 Mei 2026 12:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur NTT, Melki Laka Lena melaunching program Siber Sehat NTT di area kegiatan Car Free Day, kawasan Eltari, Kota Kupang, Jumat, 9 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ruang digital harus dijaga bersama melalui penguatan literasi digital yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Melki Laka Lena menyampaikan bahwa data nasional saat ini menunjukkan jumlah pengguna handphone dan media sosial di Indonesia telah melebihi jumlah penduduk secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa satu orang masyarakat Indonesia bahkan dapat memiliki lebih dari dua hingga tiga perangkat digital sekaligus dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Melki, tingginya penggunaan media digital di Indonesia menjadikan masyarakat sebagai salah satu pengguna media sosial paling aktif dengan beragam jenis konten setiap harinya. Karena itu, pemerintah memandang penting menghadirkan panduan literasi digital agar masyarakat mampu mengisi ruang digital menggunakan konten positif dan bermakna.
Ia menegaskan bahwa kehadiran program Siber Sehat NTT bertujuan menciptakan ruang publik digital yang optimistis, sehat, dan memberikan pencerahan bagi masyarakat lintas generasi. Program tersebut juga diharapkan mampu mencegah penyebaran hoaks, fitnah, pinjaman online ilegal, judi online, hingga praktik prostitusi daring yang merusak kehidupan sosial masyarakat.
Dengarkan Juga : Pernyataan Gubernur NTT Saat Melunching Siber Sehat NTT
Kegiatan launching Siber Sehat NTT mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah tingkat SD hingga SMA, DPRD NTT, serta berbagai lembaga lainnya. Dukungan tersebut juga datang dari Badan Narkotika Nasional, KPID, KIP, media penyiaran seperti Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia bersama sejumlah media massa lainnya.
Dalam pidatonya, Melki meminta aparat kepolisian untuk mencari dan menindak akun palsu yang sering menyebarkan fitnah tanpa dasar kepada masyarakat luas. Ia menilai keberadaan akun anonim yang menyerang individu secara membabi buta dapat merusak kualitas ruang digital serta mengganggu ketertiban sosial masyarakat.
Melki menegaskan bahwa ruang digital yang terus dipenuhi informasi bohong dan ujaran kebencian lambat laun akan berubah menjadi tempat penuh sampah informasi merusak. Oleh sebab itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap oknum penyebar fitnah demi menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap sehat dan harmonis.
Selain mendorong penindakan terhadap akun palsu, Melki juga mengajak masyarakat memperhatikan kondisi anak yang mengalami kecanduan media sosial maupun permainan daring berlebihan. Ia menyebut Rumah Sakit Jiwa Naimata telah memiliki fasilitas lengkap untuk membantu proses pemulihan penderita kecanduan digital secara profesional dan menyeluruh. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....