Luncurkan “Siber Sehat”, Gubernur Minta Ruang Digital Bebas Hoaks dan Konten Negatif

  • 09 Mei 2026 11:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena resmi melaunching Satuan Tugas Siber Sehat NTT di area Car Free Day (CFD), tepat di depan rumah jabatan Gubernur NTT, Sabtu, 9 Mei 2026. Ia menegaskan pentingnya membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat.

Menurut Gubernur Melki Laka Lena, penggunaan media digital di Indonesia saat ini sudah sangat tinggi, bahkan melampaui jumlah penduduk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa satu orang bisa memiliki lebih dari satu perangkat digital dan sangat aktif di media sosial.

“Indonesia termasuk pengguna media digital paling aktif di dunia. Karena itu ruang digital harus diisi dengan konten-konten positif, sehat, inspiratif, dan memberi pencerahan, bukan hoaks, fitnah, judi online, pinjaman online ilegal, maupun prostitusi digital,” katanya.

Ia mengatakan, hadirnya program Siber Sehat NTT merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun literasi digital masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan teknologi digital. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap akun-akun anonim yang dinilai meresahkan masyarakat dan menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ruang digital dipenuhi akun-akun tidak jelas yang menyebar provokasi dan fitnah lalu dibiarkan, lama-lama ruang publik digital kita dipenuhi sampah. Sampah itu harus dibersihkan,” ujar Gubernur.

Ia meminta setiap pengguna media digital bertanggung jawab atas aktivitasnya di ruang siber. Gubernur Melki juga mengajak masyarakat yang mengalami gangguan psikologis akibat paparan media sosial dan dunia digital untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Jiwa Naimata.

Menurutnya, rumah sakit tersebut kini telah memiliki tenaga medis dan fasilitas yang memadai untuk mendeteksi serta menangani gangguan kesehatan mental akibat kecanduan digital. “Kami berharap masyarakat lebih cepat melakukan pemeriksaan sejak dini sebelum kondisinya menjadi lebih berat,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng mengungkapkan bahwa pihak kampus telah melakukan penelitian terkait dampak media digital terhadap masyarakat. Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan, terutama berkurangnya interaksi sosial akibat tingginya penggunaan smartphone.

“Persoalan pinjol, judol, dan pornografi digital sudah sangat serius. Dampaknya bisa memicu kekerasan, kejahatan bahkan bunuh diri,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan kecanduan digital harus dilakukan secara profesional melalui pendekatan psikologi dan psikiatri, sama seperti penanganan penyakit fisik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si., menjelaskan bahwa Siber Sehat NTT merupakan gerakan pertama di Indonesia di tingkat daerah yang fokus pada edukasi dan pengendalian ruang digital. Melalui platform Siber Sehat NTT, pemerintah menyediakan empat kanal pengaduan aktif selama 24 jam yang melibatkan psikolog, tokoh agama, guru, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, BNN, hingga rumah sakit jiwa.

“Platform ini terkoneksi dengan sistem nasional. Aduan masyarakat yang menjadi kewenangan pusat akan diteruskan ke lembaga terkait, sementara kasus lokal akan ditangani langsung oleh tim profesional di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, kanal pengaduan tersebut tidak hanya melayani laporan hoaks, tetapi juga persoalan kesehatan mental akibat paparan konten negatif di media digital. Peluncuran Satgas Siber Sehat NTT ini menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan edukatif bagi seluruh masyarakat. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....