WLF dan Marungga Perkuat PAUD di Kabupaten Kupang
- 07 Mei 2026 07:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Program penguatan pendidikan anak usia dini mulai digencarkan di Kabupaten Kupang melalui kolaborasi antara William & Lily Foundation (WLF) dan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga). Fokus utama program ini mencakup peningkatan kualitas PAUD, literasi, numerasi dasar, serta dukungan ekonomi lokal.
Program Lead WLF, Sudaryanto, menjelaskan bahwa organisasi ini didirikan untuk melanjutkan semangat kedermawanan pendirinya. “Tujuannya adalah melanjutkan jiwa kedermawanan William dan Lily Sorian Jaya,” ujarnya dalam sesi ngobrol santai bersama media di Hiu Resto, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa WLF awalnya bergerak sebagai organisasi karitatif sebelum bertransformasi menjadi lembaga filantropi berbasis dampak. “Kalau sebelumnya memberi bantuan langsung, sekarang kami ingin ada dampak terukur melalui pemberdayaan,” katanya.
Sejak 2017, WLF mulai mengadopsi pendekatan grant-making dengan menggandeng organisasi masyarakat sipil lokal. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena program dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Wilayah kerja WLF di Nusa Tenggara Timur kini telah berkembang ke tujuh kabupaten, termasuk Kabupaten Kupang. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 53 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu mitra lokal, Yayasan Marungga, berperan penting dalam peningkatan kualitas PAUD di daerah tersebut. Program Koordinator Marungga, Yufni Nggebu, menyebut pendekatan kolaboratif ini memberi ruang bagi ide lokal berkembang.
“Kami datang dengan ide kami sendiri, dan WLF menghargai itu serta membantu implementasinya di lapangan,” kata Yufni. Ia menekankan bahwa kemitraan ini bukan sekadar pelaksanaan program, tetapi juga penguatan kapasitas lembaga lokal.
Melalui program ini, sebanyak 22 PAUD telah mendapatkan pendampingan intensif hingga mengalami peningkatan kualitas dan akreditasi. Selain itu, ratusan PAUD lain mulai mengadopsi metode pembelajaran kontekstual yang dikembangkan.
Yufni menilai pendekatan berbasis konteks lokal sangat membantu guru dalam mengajar. “Modul yang kami kembangkan praktis dan sesuai kebutuhan, sehingga mudah diterapkan oleh tenaga pendidik,” ucapnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak di wilayah terpencil. Dengan dukungan berbagai pihak, kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Kupang diharapkan semakin merata dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....