Kelangkaan Chip Memori Dorong Kenaikan Harga Gadget Global

  • 02 Mei 2026 04:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kelangkaan chip memori dan NAND mulai mendorong kenaikan harga berbagai perangkat elektronik, mulai dari laptop, ponsel, hingga RAM konsumen. Kondisi ini diperkirakan akan meluas ke lebih banyak perangkat dalam waktu dekat.

Dalam laporan pendapatan terbarunya, Samsung Electronics mengungkapkan bahwa permintaan memori saat ini jauh melampaui pasokan. Perusahaan juga memperingatkan bahwa kesenjangan tersebut berpotensi memburuk hingga tahun 2027.

Lonjakan permintaan didorong oleh pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama dari perusahaan pusat data yang menyerap memori canggih dalam jumlah besar. Hal ini turut menekan rantai pasokan teknologi secara global.

Samsung mencatat kinerja keuangan yang kuat berkat tingginya permintaan chip. Namun di sisi lain, divisi seluler dan layar justru mengalami penurunan, dimana laba bisnis seluler dan jaringan dilaporkan turun hingga 35 persen pada kuartal pertama, sementara bisnis layar juga melemah.

Kondisi ini berpotensi berdampak langsung pada konsumen. Harga komponen yang meningkat dapat menyebabkan harga perangkat menjadi lebih mahal, diskon berkurang, serta biaya peningkatan spesifikasi semakin tinggi.

Menurut digitaltrends, tidak hanya ponsel dan laptop, berbagai perangkat lain seperti TV pintar, kamera, router, perangkat wearable, hingga perangkat rumah pintar juga diperkirakan akan terdampak, mengingat ketergantungannya pada chip memori. Sementara itu, di pasar ponsel pintar, tanda-tanda kenaikan harga juga mulai terlihat.

Sejumlah produsen dilaporkan menaikkan harga perangkat baru sekaligus mengurangi opsi memori dan penyimpanan. Laporan dari International Data Corporation menyebutkan bahwa ponsel Android dengan harga di bawah 100 dolar AS berpotensi menghilang karena margin keuntungan yang semakin tipis.

Tekanan serupa juga terjadi di sektor lain. Kenaikan harga RAM dirasakan oleh pengguna PC, sementara Micron Technology memperingatkan bahwa kekurangan pasokan dapat berlangsung lebih lama. CEO Intel, Lip-Bu Tan, bahkan mengisyaratkan bahwa solusi jangka panjang kemungkinan baru akan terlihat pada 2028.

Selain itu, Microsoft juga memperingatkan bahwa tekanan pada memori dapat meningkatkan biaya perangkat keras konsol generasi berikutnya, termasuk lini Xbox. Sektor televisi pun berpotensi mengalami kenaikan harga akibat biaya memori dan keterbatasan panel.

Samsung menilai bahwa gelombang kenaikan harga berikutnya kemungkinan tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan fitur seperti kamera, layar, atau AI, tetapi juga oleh biaya memori yang semakin besar dalam perangkat sehari-hari. Ke depan, kondisi pasokan chip memori diperkirakan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi harga dan perkembangan industri elektronik global. (JR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....