Inovasi Pembelajaran Generative AI Antar Hen’st Benu Juara 3 Mahapres FKIP Undana
- 30 Apr 2026 18:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Prestasi mahasiswa tidak lagi sekadar tentang nilai akademik, tetapi juga tentang sejauh mana gagasan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh Hen’st Valen Adip Benu, mahasiswa PGSD FKIP Undana yang berhasil meraih predikat sebagai juara 3 mahasiswa berprestasi tingkat FKIP tahun 2026.
Dalam perbincangan pada Rabu, 29 Paril 2026 di RRI Pro 2 Kupang, Hen’st menceritakan ia membawa gagasan kreatif bertajuk model pembelajaran cerdas berbasis Generative AI dan gameifikasi dengan pendekatan personalized learning. Inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan rendahnya literasi sains di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia.
"Saya mengangkat tema ini karena melihat data PISA 2022 di mana literasi sains siswa Indonesia masih berada di level 2A atau hanya sekitar 38%," ungkap Hen’st saat berbincang di RRI Pro 2 Kupang. Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi seperti Canva dan Quizizz sangat krusial untuk membantu siswa memahami konsep materi yang bersifat abstrak.
Hen’st menjelaskan bahwa keunggulan gagasannya terletak pada pendekatan personalized learning yang mengakomodasi perbedaan karakteristik belajar setiap individu. Melalui model ini, siswa dengan tipe belajar visual, auditori, maupun kinestetik dapat terfasilitasi dengan bantuan visualisasi teknologi kecerdasan buatan.
Uji coba skala kecil yang dilakukan Hans menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi sains, seperti rantai makanan. Siswa terlihat lebih interaktif dan antusias ketika mengerjakan kuis berbasis gim yang diakses melalui pemindaian kode batang (barcode).
Terkait tantangan pendidikan pada fasilitas di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), Hen’st menekankan bahwa kreativitas guru adalah kunci utama dalam menghadapi keterbatasan sarana digital. Menurutnya, seorang pendidik harus mampu mengombinasikan literasi digital dengan pengembangan media pembelajaran fisik yang tetap menarik bagi peserta didik.
Sebagai calon pendidik, Hen’st berharap gagasan ini dapat memberikan inspirasi bagi guru-guru di NTT untuk lebih berani mengeksplorasi teknologi dalam ruang kelas. Ia meyakini bahwa kemauan untuk terus belajar dari berbagai referensi digital akan membantu guru menjawab tantangan kurikulum yang terus berkembang. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....