Refleksi Hari Kartini: Perempuan Cerdas Kunci Generasi Berkualitas
- 22 Apr 2026 14:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan dalam membentuk masa depan bangsa. Melalui tema "Perempuan Cerdas, Generasi Berkualitas", kaum perempuan diajak untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan kodrat dan perannya dalam keluarga.
Hal ini dikemukakan oleh dua narasumber perempuan hebat, yaitu Lurah Airnona, Jean V. C. Ratu, ST, dan Dokter Spesialis Patologi Anatomik RS Ben Mboi, dr. Elisa Laura Oktrinita Sitohang, Sp.PA, dalam "Obrolan Akamsi" di Pro 4 RRI Kupang, Selasa 21 April 2026. Lurah Airnona, Jean V. C. Ratu, menekankan bahwa tantangan Kartini masa kini jauh berbeda dengan masa lalu, terutama di era digital. Menurutnya, perempuan saat ini harus mampu memfilter pengaruh teknologi terhadap anak-anak.
"Tantangan sekarang itu di era digital. Banyak kasus menimpa anak muda karena kurangnya pemantauan. Sebagai perempuan yang bekerja, waktu kita memang terbatas, namun kita harus tetap fokus pada pendidikan dasar anak di rumah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perempuan harus mandiri, berani mengejar impian, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Senada dengan hal tersebut, dr. Elisa Laura Oktrinita Sitohang menyoroti pentingnya menyeimbangkan peran ganda perempuan sebagai profesional sekaligus ibu dan istri. Ia memandang bahwa emansipasi bukan sekadar menuntut hak yang sama, tetapi juga membuktikan kualitas kerja yang mumpuni.
"Makna Hari Kartini bagi saya adalah sebuah amanah. Bagaimana kita menyeimbangkan peran di kantor dan di rumah. Kita harus bekerja dengan excellent seperti pria jika ingin hak yang sama," ungkapnya.
Dalam membentuk generasi berkualitas, dr. Elisa mengingatkan para orang tua, khususnya ibu, untuk membangun fondasi karakter yang kuat agar anak-anak bijak dalam menggunakan teknologi. Ia menekankan pola asuh sebagai sahabat agar anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan, termasuk persaingan dengan kecerdasan buatan (AI).
Jean Ratu juga menambahkan bahwa nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan ketuhanan merupakan pondasi utama yang harus diajarkan di rumah. "Ibu adalah guru pertama. Meskipun anak pintar secara akademik, tanpa perilaku (attitude) yang baik dan rasa takut akan Tuhan, semuanya akan percuma," tegas Lurah Airnona tersebut.
Melalui peringatan Hari Kartini, perempuan di Nusa Tenggara Timur diajak untuk tidak menjadi pribadi yang rendah diri, namun terus belajar sepanjang hayat (long-life learning), dan tetap tangguh menghadapi kesulitan hidup demi mewujudkan generasi yang lebih hebat dari masa kini. “Apapun profesi kita masing-masing, kita harus tetap semangat, kita harus tetap berjuang untuk masa depan anak-anak kita, apapun itu ya, dan tetap syukuri kita ada sampai saat ini atau kita di posisi kita masing-masing kita syukuri bahwa itu semua adalah pemberian Tuhan dan kita jangan menyerah dengan kesulitan-kesulitan hidup yang kita alami saat ini,” tutur keduanya. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....