Nasionalisme Harus Jadi Aksi Nyata untuk Keadilan Sosial

  • 18 Apr 2026 12:32 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Semangat nasionalisme warga negara tidak boleh hanya berhenti pada retorika cinta tanah air, namun harus bertransformasi menjadi aksi nyata yang menyentuh aspek keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Hal tersebut ditegaskan Koordinator Program Studi PPKn FKIP Undana Kupang, Fredik Lambertus Kollo, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam program dialog "Kita Indonesia" di Pro 4 RRI Kupang, Jumat 17 April 2026.

Menurut Fredik, nasionalisme dalam konteks kekinian adalah bagaimana warga negara berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan keadilan, terutama dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pendidikan. "Nasionalisme yang kita anut adalah nasionalisme luas. Kita mencintai bangsa ini tanpa harus merendahkan bangsa lain. Wujud aslinya adalah bagaimana kita memastikan keadilan itu hadir, misalnya melalui akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok," ujar Fredik.

Ia menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memberikan fasilitas teknologi pendidikan, seperti Smart TV di sekolah-sekolah terpencil, agar kualitas SDM di pelosok NTT tidak tertinggal dengan daerah perkotaan. Di era globalisasi, Fredik mengingatkan generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai filter utama.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya rasa bangga terhadap produk dalam negeri dan kurangnya kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. "Anak muda adalah agen perubahan. Kita harus beradaptasi dengan teknologi, namun tetap harus memegang teguh identitas budaya, termasuk menjaga bahasa daerah dari kepunahan atau praktik perundungan," tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Fredik juga memberikan catatan kritis terkait pemeliharaan simbol negara. Ia mengimbau instansi dan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi bendera Merah Putih yang dikibarkan.

"Masih ditemukan bendera yang sudah kusam atau robek tetap dikibarkan. Padahal, menghormati simbol negara adalah bagian paling dasar dari rasa nasionalisme kita," tegasnya.

Menutup dialog, Fredik mengajak masyarakat NTT untuk menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa dan bukan sebagai pemecah belah. Ia berharap nasionalisme mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan sosial demi kejayaan Indonesia. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....