Peran Sederhana Daun dalam Menahan Laju Perubahan Iklim
- 17 Apr 2026 04:44 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Selembar daun sering kali dianggap sebagai bagian kecil dari alam yang tidak berarti. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, daun memegang peran krusial sebagai penopang utama kehidupan sekaligus penjaga keseimbangan oksigen di bumi.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Koordinator MGMP Biologi SMA Negeri 3 Kupang, Drs. Fransiskus Pache Diaz Alffi, dalam program Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang, Rabu 15 April 2026. Menurutnya, tema "Dapatkah Selembar Daun Mengkiamatkan Bumi?" merupakan peringatan nyata bagi manusia di tengah krisis iklim global.
"Sehebat apa pun teknologi manusia, tidak ada yang bisa menghasilkan makanan dan oksigen secara mandiri kecuali selembar daun. Jika tutupan hijau ini hilang secara masif, kita sedang menjemput apa yang saya sebut sebagai kiamat-kiamat kecil," ujarnya.
Ia menjelaskan, kerusakan ekosistem yang dimulai dari hilangnya selembar daun akan memicu peningkatan kadar Karbon Dioksida (CO2) di atmosfer. Hal ini menjadi akar penyebab efek rumah kaca, pemanasan global, hingga perubahan iklim yang ekstrem.
"Bumi sekarang bukan lagi hangat, tapi sudah panas. Jika pemanasan global terus terjadi, gletser di kutub akan mencair dari bawah. Jangan kaget jika wilayah pesisir seperti Pasir Panjang atau titik-titik rendah di Kota Kupang bisa tenggelam di masa depan karena kenaikan permukaan air laut," jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya di SMAN 3 Kupang telah menerapkan metode Deep Learning atau pembelajaran bermakna untuk mengedukasi siswa. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori biologi, tetapi didorong untuk melakukan aksi nyata seperti memilah sampah dan melakukan penghijauan di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, ia juga mendukung program Pemerintah Provinsi NTT terkait Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Masuk Sekolah (P3MS) serta One School One Product (OSOP) sebagai langkah menanamkan kecintaan generasi muda pada sektor lingkungan dan pangan. Ia mengajak seluruh pendengar untuk mulai melakukan aksi nyata dari rumah, seperti menanam pohon atau membuat sistem resapan air hujan (biopori).
"Keputusan ada pada kita. Satu pohon bisa memberikan oksigen untuk tiga orang. Kita hanya punya satu bumi untuk berpijak, maka menjaganya adalah kewajiban mutlak sebelum semuanya terlambat," katanya. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....