Angka Putus Sekolah Tinggi, Akses Pendidikan Disorot

  • 24 Mar 2026 22:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia provinsi NTT Aplunia Dethan S. Pd. M. Pd bersama pengamat pendidikan Gigin Nahak menyoroti tingginya angka putus sekolah di Indonesia. Data nasional menunjukkan jumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan masih mencapai jutaan.

Aplunia Dethan menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah keterbatasan akses pendidikan di daerah tertentu. “Ada anak yang tidak diberi kesempatan sekolah karena jarak dan keterbatasan akses,” ujarnya.

Gigin Nahak juga menyoroti faktor ekonomi sebagai penyebab dominan. “Sebagian anak terpaksa membantu orang tua karena keterbatasan ekonomi,” katanya.

Selain itu, faktor budaya seperti pernikahan usia dini turut mempengaruhi angka putus sekolah. Kondisi ini dinilai masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah.

Pemerintah telah menghadirkan program seperti Paket A, B, dan C untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah. Namun, kedua narasumber menilai distribusi informasi masih belum merata.

“Informasi pendidikan belum sepenuhnya sampai ke pelosok,” kata Aplunia Dethan. Gigin menambahkan bahwa penanganan harus disesuaikan dengan kondisi tiap daerah.

Keduanya berharap ada peningkatan akses dan pemerataan informasi pendidikan. Hal ini penting agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....