Digital Detox: Bebas Stres di Era Gadget

  • 21 Mar 2026 11:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, hingga bersosialisasi, hampir semua aktivitas kini bergantung pada perangkat digital. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul dampak yang semakin dirasakan banyak orang, seperti stres, kelelahan mental, hingga gangguan tidur. Kondisi ini mendorong munculnya tren baru yang dikenal sebagai digital detox.

Digital detox merupakan praktik membatasi atau menghentikan penggunaan perangkat digital, seperti smartphone, laptop, maupun media sosial, dalam jangka waktu tertentu. Tren ini mulai banyak diterapkan oleh berbagai kalangan, terutama pekerja kantoran, pelajar, dan generasi muda yang sehari-hari tidak lepas dari layar. Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak 2025, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah paparan teknologi yang tinggi semakin meningkat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga mulai dirasakan di berbagai daerah. Banyak orang memilih melakukan digital detox di rumah dengan cara sederhana, sementara sebagian lainnya memanfaatkan waktu liburan untuk benar-benar menjauh dari gadget, seperti pergi ke alam terbuka atau mengikuti kegiatan retreat tanpa akses internet.

Menurut psikolog klinis Dr. Rina Santoso, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memicu stres akibat banjir informasi dan tekanan sosial dari media digital. "Digital detox penting untuk kesehatan mental karena penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan stres dan gangguan tidur," ujarnya, dikutip dari Kompas Health, 2026. Ia juga menambahkan bahwa tanpa disadari, kebiasaan memeriksa ponsel secara terus-menerus dapat mengurangi kualitas interaksi sosial secara langsung.

Sementara itu, ahli teknologi Andi Prasetyo menilai bahwa digital detox bukan berarti menolak kemajuan teknologi. "Digital detox bukan berarti memutus komunikasi, tapi membantu kita mengatur penggunaan gadget agar lebih sehat dan seimbang," jelasnya, dikutip dari TechDaily Indonesia, 2026. Ia menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mengontrol penggunaan teknologi, bukan sebaliknya.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memulai digital detox. Langkah paling sederhana adalah dengan menetapkan waktu tertentu sebagai “jam bebas gadget”, misalnya satu hingga dua jam sebelum tidur. Selain itu, membatasi penggunaan media sosial, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta mengganti waktu layar dengan aktivitas fisik seperti olahraga, membaca buku, atau menjalani hobi kreatif juga menjadi pilihan yang efektif. Bahkan, tren “weekend tanpa gadget” kini mulai banyak diminati sebagai cara untuk benar-benar beristirahat dari dunia digital.

Manfaat dari digital detox pun mulai dirasakan oleh banyak orang. Selain membantu mengurangi stres dan kecemasan, praktik ini juga terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fokus, serta memperkuat hubungan sosial di dunia nyata. Beberapa pelaku digital detox bahkan mengaku merasa lebih produktif dan lebih hadir secara emosional dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, tren digital detox diprediksi akan terus berkembang di masa depan. Di tengah arus informasi yang tidak pernah berhenti, kemampuan untuk mengatur penggunaan teknologi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan hidup. Digital detox pun bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi masyarakat modern agar tetap sehat secara mental dan emosional di era gadget. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....