Parlemen Remaja DPR RI Jadi Ruang Strategis Generasi Muda NTT Pahami Demokrasi

  • 21 Mar 2026 04:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang- Parlemen Remaja DPR RI hadir sebagai ruang strategis bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyelami sistem legislatif dan praktik demokrasi secara nyata. Hal ini ditegaskan oleh Philips Soubirus Hendrikus Ola, Perwakilan Parlemen Remaja DPR RI 2025 Dapil 2 NTT, dalam dialog "Kita Indonesia" Pro 4 RRI Kupang, Jumat 20 Maret 2026.

Hendrik mengungkapkan bahwa keterlibatan remaja dalam simulasi parlemen di Jakarta memberikan wawasan mendalam mengenai mekanisme penyusunan undang-undang yang kompleks. Menurutnya, proses tersebut melatih kedewasaan dalam berpolitik, terutama dalam menghargai perbedaan pendapat di dalam fraksi.

"Di sana kami belajar bahwa suara terbanyak adalah representasi kepentingan bersama. Kita tidak bisa memaksakan ego pribadi, karena esensi demokrasi adalah mendengarkan dan menyatukan argumen demi mufakat," ujarnya.

Ia juga menyoroti rendahnya literasi digital yang membuat remaja rentan terpapar hoaks seputar kinerja parlemen. Sebagai contoh, isu pemutusan mikrofon saat sidang yang sering disalahartikan di media sosial, padahal terdapat aturan teknis durasi bicara yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahaya money politic (politik uang) yang masih membayangi proses pemilu. Hendrik mengajak masyarakat untuk tidak menukar hak suara mereka dengan materi, karena pilihan yang salah akan berdampak langsung pada kualitas anggaran dan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

"Uang yang kita terima tidak seberapa, tetapi masa depan bangsa dan negara khususnya daerah kita menjadi taruhannya", jelasnya.

Sebagai perwakilan NTT, Hendrik membawa gagasan inovatif terkait isu lingkungan global. Ia mengusung strategi "Rumah Ternak Edukasi", yakni konversi kotoran hewan menjadi energi terbarukan (biogas), dimana langkah ini selaras dengan target Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon pada tahun 2060.

"Remaja NTT punya potensi besar untuk berkontribusi pada isu global melalui kearifan lokal, seperti pengelolaan limbah ternak menjadi energi," tambahnya.

Sebagai mentor bagi calon peserta Parlemen Remaja 2026, ia mengajak siswa SMA/SMK sederajat di seluruh NTT untuk tidak ragu mendaftarkan diri, karena manfaat terbesar bukan hanya pada kelulusan, melainkan pada proses pembelajaran kritis selama masa seleksi. Masyarakat, khususnya pelajar, dapat memantau informasi pendaftaran yang biasanya dibuka pada bulan Juli melalui kanal resmi media sosial Parlemen Remaja DPR RI. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....