AI Picu Lonjakan Harga Memori Komputer
- 13 Mar 2026 19:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Harga memori komputer atau RAM diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Lembaga riset teknologi Counterpoint Research memprediksi tidak ada skenario penurunan harga memori secara signifikan hingga paruh kedua tahun 2027.
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya permintaan global terhadap memori untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam laporan tersebut disebutkan, pembangunan pusat data untuk sistem AI skala besar membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar, khususnya memori berkecepatan tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM), akibatnya, sebagian besar kapasitas produksi memori dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri AI.
Sejumlah produsen memori dunia seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology juga disebut lebih memprioritaskan produksi memori dengan nilai ekonomi lebih tinggi, termasuk HBM yang digunakan dalam akselerator AI. Para analis memperkirakan pusat data AI dapat menyerap hingga sekitar 70 persen produksi DRAM kelas atas dunia pada tahun 2026.
Menurut digitaltrends, kondisi ini menyebabkan pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti komputer pribadi, ponsel pintar, dan perangkat penyimpanan menjadi lebih terbatas. Dampaknya, harga perangkat teknologi berpotensi ikut meningkat.
Untuk diketahui, memori DRAM dan NAND merupakan komponen penting dalam berbagai perangkat seperti PC, smartphone, GPU, dan SSD. Jika tren ini berlanjut, analis memperkirakan harga perangkat seperti komputer dan ponsel dapat mengalami kenaikan hingga dua digit.
Industri teknologi bahkan dinilai berpotensi memasuki siklus kenaikan harga memori jangka panjang yang dipicu oleh pertumbuhan teknologi AI. Situasi tersebut membuat harga RAM murah diperkirakan masih sulit ditemukan dalam beberapa tahun mendatang. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....