OpenAI Luncurkan Lockdown Mode, Fitur Keamanan Tingkat Tinggi ChatGPT
- 18 Feb 2026 17:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - OpenAI memperkenalkan fitur keamanan baru bernama Lockdown Mode atau Mode Penguncian pada ChatGPT. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengguna yang menghadapi risiko digital tinggi, meskipun perusahaan menegaskan bahwa sebagian besar pengguna tidak perlu mengaktifkannya.
Menurut digitaltrends, mode penguncian merupakan pengaturan keamanan tingkat lanjut yang membuat sistem ChatGPT bekerja lebih konservatif. Tujuannya adalah mengurangi potensi eksploitasi, manipulasi, serta paparan data sensitif yang tidak disengaja, namun, langkah ini juga berdampak pada pembatasan sejumlah fitur yang biasanya tersedia.
Salah satu perubahan utama terdapat pada akses web. Dalam Mode Penguncian, ChatGPT hanya dapat menggunakan konten yang telah di-cache, sehingga tidak mengambil informasi langsung dari internet.
Kebijakan ini meningkatkan keamanan, tetapi dapat membuat hasil informasi menjadi kurang lengkap atau tidak sepenuhnya mutakhir. Selain itu, kemampuan pengolahan gambar juga dibatasi.
ChatGPT tidak lagi dapat menyertakan gambar dalam respons, meskipun pengguna masih dapat mengunggah gambar dan menggunakan alat pembuatan gambar secara manual. Fitur Deep Research, yang memungkinkan analisis kompleks secara bertahap, dinonaktifkan sepenuhnya dalam mode ini, demikian pula dengan Agent Mode, yang sebelumnya memungkinkan sistem menjalankan tugas secara lebih mandiri.
Pembatasan juga berlaku pada jaringan dan file. Kode yang dihasilkan tidak dapat mengakses jaringan, dan sistem tidak dapat mengunduh file secara otomatis untuk dianalisis.
ChatGPT hanya dapat memproses file yang diunggah langsung oleh pengguna tanpa mengambil data tambahan secara mandiri. Secara keseluruhan, pembatasan ini bertujuan mengurangi kemampuan sistem untuk mengakses sumber eksternal atau bertindak secara independen, sehingga memperkecil risiko keamanan.
Saat ini, Mode Penguncian tersedia bagi pengguna ChatGPT Enterprise, Edu, layanan kesehatan, dan platform pendidikan, dimana pengaturan fitur ini dikelola oleh administrator organisasi, yang dapat menetapkan akses khusus kepada pengguna tertentu tanpa mengubah pengaturan seluruh sistem. OpenAI menyatakan bahwa fitur ini akan diperluas ke lebih banyak pengguna, termasuk pelanggan individu dan tim, dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan penggunaan kecerdasan buatan. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....