Terapi Musik Modern Bantu Redam Kecemasan

  • 28 Jan 2026 16:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Mendengarkan musik favorit memang dikenal mampu memperbaiki suasana hati, namun, penelitian terbaru menunjukkan manfaat musik dapat melampaui efek emosional sementara. Sebuah studi yang diterbitkan bulan ini dalam jurnal PLOS Mental Health menemukan bahwa musik yang dipadukan dengan Auditory Beat Stimulation (ABS) terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan secara signifikan, bahkan pada individu yang telah menjalani pengobatan untuk kecemasan tingkat tinggi. 

Penelitian ini memberikan harapan baru bagi pengelolaan kesehatan mental yang lebih terjangkau dan mudah diakses, khususnya bagi mereka yang merasa terapi dan obat-obatan belum sepenuhnya memberikan hasil optimal. Studi tersebut merupakan uji klinis acak yang melibatkan 144 peserta dengan kecemasan tinggi yang sedang menjalani pengobatan.  

Para peneliti menguji efektivitas musik khusus yang dipadukan dengan ABS, yakni ketukan suara berirama halus yang dirancang untuk memengaruhi aktivitas otak dan membantu menciptakan kondisi mental yang lebih tenang. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta mendengarkan musik dengan ABS atau suara kontrol berupa pink noise selama 12, 24, atau 36 menit.  

Hasilnya menunjukkan perbedaan yang jelas, dimana kelompok yang mendengarkan musik dengan ABS mengalami penurunan signifikan pada kecemasan somatik, seperti gelisah dan jantung berdebar, serta kecemasan kognitif berupa pikiran berlebihan dan kekhawatiran yang berulang. Sementara itu, kelompok pink noise tidak menunjukkan perubahan berarti. 

Peneliti juga menemukan durasi mendengarkan yang paling efektif. Sesi selama 24 menit terbukti memberikan manfaat optimal. Durasi 12 menit dinilai belum cukup memengaruhi kondisi otak secara maksimal, sementara sesi 36 menit tidak menunjukkan peningkatan manfaat yang signifikan dibandingkan waktu yang lebih singkat. 

Para ahli menilai temuan ini penting karena kecemasan kerap tetap muncul meskipun seseorang telah menjalani terapi dan konsumsi obat. Menurut digitaltrends, musik dengan ABS dinilai berpotensi menjadi alat bantu tambahan yang praktis, murah, dan mudah digunakan, tanpa efek samping seperti pada pengobatan farmakologis. 

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa metode ini bukan pengganti terapi atau obat medis, melainkan pelengkap untuk membantu mengelola emosi pada saat dibutuhkan. Ke depan, pendekatan ini berpotensi dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital yang menyesuaikan stimulasi suara dengan kebutuhan individu, sehingga pengelolaan kecemasan dapat dilakukan dengan mudah, cukup menggunakan headphone dalam waktu singkat. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....