1Password Rilis Fitur Anti-Phishing Hadapi Situs Palsu

  • 24 Jan 2026 09:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Penipuan phishing terus berkembang seiring kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang membuat halaman login palsu tampil semakin meyakinkan. Menyikapi ancaman tersebut, 1Password, salah satu pengelola kata sandi paling populer, meluncurkan fitur anti-phishing bawaan terbaru pada ekstensi dan aplikasi browsernya.

Fitur ini dirancang untuk mencegah perangkat pengguna secara otomatis memberikan kredensial yang tersimpan ke situs web yang tidak sesuai dengan URL asli tempat data login tersebut pertama kali disimpan. Langkah ini menjadi upaya perlindungan tambahan di tengah maraknya serangan phishing yang semakin sulit dikenali secara kasat mata.

Berbeda dari sebelumnya yang hanya menolak pengisian otomatis secara diam-diam, pembaruan 1Password kini menghadirkan pop-up peringatan proaktif. Peringatan ini muncul setiap kali pengguna mencoba menempelkan data login ke situs dengan URL yang tidak cocok.

Notifikasi tersebut memberi waktu bagi pengguna untuk berhenti sejenak, berpikir, dan memeriksa kembali alamat situs yang dikunjungi. Menurut 1Password, fitur ini bertujuan mengurangi kesalahan manusia yang kerap dimanfaatkan pelaku phishing.

Penyerang biasanya menggunakan email atau iklan yang terlihat realistis untuk mengarahkan korban ke halaman login palsu dengan nama domain yang mirip atau sedikit salah eja. Dengan memblokir pengisian otomatis dan memberikan peringatan, risiko penyerahan nama pengguna dan kata sandi ke situs palsu dapat ditekan.

Fitur anti-phishing ini diaktifkan secara default bagi pengguna individu dan keluarga. Sementara itu, pelanggan bisnis dan perusahaan dapat mengaktifkannya melalui konsol admin 1Password pada menu Kebijakan Autentikasi.

Kebijakan ini mencerminkan kesadaran baru bahwa keamanan kata sandi sangat bergantung pada keaslian situs web yang diakses. Perlindungan baru tersebut melengkapi sistem keamanan yang sudah ada di 1Password, seperti pencocokan URL dan pembatasan pengisian otomatis.

Menurut digitaltrends, meski tidak sepenuhnya menghentikan semua bentuk penipuan atau rekayasa sosial, fitur ini secara signifikan mengurangi risiko pengguna tanpa sadar memasukkan data login ke situs palsu. Di tengah meningkatnya serangan phishing berbasis AI, kehati-hatian pengguna dalam memperhatikan peringatan dan memeriksa ulang URL dinilai sebagai salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk menjaga keamanan aktivitas digital. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....