Ragam Perayaan Tahun Baru di Berbagai Belahan Dunia
- 27 Des 2025 04:30 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Perayaan Tahun Baru merupakan tradisi kuno yang dirayakan di berbagai belahan dunia. Menurut natgeo, meski identik dengan pesta, kembang api, serta momen berkumpul bersama keluarga dan sahabat, cara menyambut Tahun Baru sangat beragam, dipengaruhi oleh perbedaan kalender, agama, dan budaya.
Kalender Gregorian yang banyak digunakan saat ini memang menjadi acuan utama di dunia Barat. Namun, di sejumlah wilayah lain, pergantian tahun juga ditentukan oleh kalender lunar dan surya, yang menjadikan momen Tahun Baru sebagai waktu refleksi diri dan penyusunan harapan baru.
Tahun Baru Gregorian yang jatuh pada 1 Januari 2026 dirayakan secara luas di berbagai negara. Perayaan ini identik dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga dan sahabat, serta pertunjukan kembang api. Di Amerika Serikat, Times Square, New York, menjadi pusat perhatian dunia dengan perayaan jatuhnya bola penanda pergantian tahun.
Sementara itu, Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada 17 Februari 2025 mengikuti perhitungan kalender lunar. Perayaan ini ditandai dengan tradisi membersihkan rumah, berkumpul bersama keluarga, serta menyalakan kembang api sebagai simbol mengusir hal-hal buruk dan menyambut keberuntungan.
Di kawasan Asia Tengah dan komunitas diaspora, Nowruz atau Tahun Baru Persia dirayakan pada 20 Maret 2026. Perayaan ini bertepatan dengan ekuinoks musim semi dan dimaknai sebagai simbol kelahiran kembali alam, adapun masyarakat disana merayakannya dengan membersihkan rumah, membaca puisi, serta menggelar berbagai kegiatan budaya.
Thailand menyambut Tahun Baru melalui Festival Songkran pada 13 hingga 15 April 2026, dimana air menjadi simbol utama dalam perayaan ini sebagai lambang penyucian diri dan pembersihan dari nasib buruk tahun sebelumnya. Selain ritual keluarga, Songkran juga dikenal dengan tradisi saling menyiram air di ruang publik.
Dalam tradisi Islam, Tahun Baru Hijriah diawali dengan bulan Muharram, yang mana peringatan puncaknya, Hari Asyura, jatuh pada 17 Juni 2025. Muharram diperingati sebagai masa refleksi, doa, dan puasa, serta diisi dengan kegiatan keagamaan di berbagai wilayah.
Di Afrika, masyarakat Ethiopia merayakan Tahun Baru Enkutatash pada 11 September 2026. Perayaan ini menandai berakhirnya musim hujan dan dimanfaatkan sebagai momentum berkumpul keluarga serta syukuran menyambut tahun yang baru.
Sementara itu, umat Hindu merayakan Diwali pada 8 November 2026. Festival Cahaya ini dimaknai sebagai simbol kemenangan terang atas gelap, ditandai dengan pembersihan rumah, doa bersama, dan perayaan bersama keluarga.
Adapun umat Yahudi menyambut Tahun Baru Rosh Hashanah pada 11 hingga 13 September 2026. Perayaan ini menjadi waktu untuk introspeksi, pertobatan diri, serta memperbaiki hubungan antarsesama.
Itulah beragam tradisi Tahun Baru di dunia yang memiliki ciri khas dan maknanya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian tahun bukan sekadar pergantian waktu, tetapi juga momentum refleksi, pembaruan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....