Pahami Perbedaan Hoaks, Disinformasi dan Misinformasi dengan Mudah

  • 16 Okt 2025 09:53 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Ancaman nyata di era digital bukan lagi virus, melainkan kecepatan informasi palsu. Di tengah hiruk-pikuk media sosial dan aplikasi pesan, hoaks, disinformasi, dan misinformasi menyebar bak api liar, berpotensi merusak reputasi hingga memecah belah masyarakat.

Meskipun sering didengar, ironisnya, masih banyak yang menganggap ketiganya sama. Padahal, ada perbedaan fundamental di balik niat dan proses penyebarannya. Sebelum masyarakat gampang menjadi korban berikutnya, apa saja yang membedakan hoaks, disinformasi, dan misinformasi, agar memiliki 'tameng' terbaik di dunia maya.

Misinformasi didefinisikan sebagai informasi yang tidak akurat atau menyesatkan, namun didistribusikan tanpa adanya intensi buruk atau niat untuk menipu. Intinya, penyebar misinformasi meyakini kebenaran dari konten yang dibagikannya.

Sebagai ilustrasi, kasus di mana seseorang menyebarkan klaim tentang "obat mujarab" yang diklaim dapat menyembuhkan suatu penyakit tanpa adanya dasar ilmiah yang memadai. Tindakan tersebut dilakukan atas dasar keyakinan pribadi terhadap validitas informasi, bukan karena didorong oleh motif manipulatif.

Sumber seperti Snopes menggarisbawahi bahwa misinformasi kerap bersumber dari desas-desus, kekeliruan interpretasi, atau kesalahan faktual yang tidak memiliki tujuan manipulasi.

Berbanding terbalik dengan misinformasi, disinformasi didefinisikan sebagai informasi palsu yang didistribusikan secara sengaja dengan tujuan spesifik, seperti melakukan penipuan, manipulasi persepsi, atau mengarahkan opini publik ke arah tertentu. Jenis konten ini sering dijumpai dalam konteks kampanye politik, upaya propaganda, atau agenda untuk memengaruhi pandangan masyarakat secara luas.

Menariknya, sebagaimana diungkapkan oleh The Conversation, disinformasi dapat bertransisi menjadi misinformasi apabila pihak penerima menyebarkannya kembali tanpa menyadari bahwa konten tersebut keliru. Secara ringkas, keberadaan niat buruk atau motif manipulatif adalah penanda utama disinformasi, sedangkan penyebaran yang tidak disengaja menempatkannya dalam kategori misinformasi.

Sementara itu, Hoaks (atau hoax) didefinisikan sebagai informasi bohong yang diciptakan secara sengaja dan disajikan sedemikian rupa agar memiliki kredibilitas layaknya fakta autentik. Tujuan utama dari penciptaan hoaks sangat eksplisit: yaitu untuk memicu kepercayaan dan secara efektif menipu khalayak umum.

Snopes mengklasifikasikan hoaks sebagai bagian dari disinformasi karena didasari oleh motif yang jelas untuk menyesatkan publik. Lebih lanjut, National Library of Australia menegaskan bahwa hoaks adalah "berita palsu yang dikemas menyerupai berita asli untuk memengaruhi opini masyarakat," menyoroti teknik penyamaran yang digunakan untuk mencapai tujuan manipulasi. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....