Koneksi Seluler Indonesia Lampaui Populasi, Pengguna Internet Melonjak
- 14 Okt 2025 08:08 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang :Data terbaru dari GSMA Intelligence menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah koneksi seluler di Indonesia. Pada awal tahun 2025, tercatat 356 juta koneksi seluler aktif, jumlah yang bahkan melampaui total populasi Indonesia.
KBRN, Kupang: Fenomena ini tidak mengejutkan, mengingat banyak masyarakat menggunakan lebih dari satu koneksi seluler. Seseorang bisa memiliki satu nomor untuk keperluan pribadi dan satu lagi untuk pekerjaan.
Kemudahan penggunaan eSIM dalam beberapa tahun terakhir juga turut mendorong peningkatan jumlah koneksi tersebut. Secara keseluruhan, angka koneksi seluler di Indonesia kini setara dengan 125 persen dari total populasi.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah koneksi meningkat 5,7 juta atau 1,6 persen antara awal 2024 dan awal 2025. Menariknya, 96,4 persen dari seluruh koneksi tersebut kini sudah tergolong “broadband”, artinya terhubung melalui jaringan 3G, 4G, atau 5G.
Meski demikian, tidak semua perangkat broadband ini aktif menggunakan data internet, sebab sebagian pelanggan masih memakai paket yang hanya mencakup layanan suara dan SMS. Sementara itu, laporan Kepios mencatat bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 212 juta orang pada Januari 2025, dengan tingkat penetrasi mencapai 74,6 persen dari populasi.
Angka ini meningkat 17 juta pengguna atau sekitar 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat adopsi internet juga naik 7,9 persen secara relatif selama setahun terakhir.
Namun, data tersebut juga menunjukkan bahwa masih ada sekitar 72,2 juta penduduk Indonesia (25,4 persen) yang belum tersentuh akses internet pada awal 2025. GSMA menekankan bahwa proses pengumpulan dan analisis data memerlukan waktu, sehingga angka yang dipublikasikan mungkin sedikit tertinggal dari kondisi aktual, dan dengan pesatnya pertumbuhan konektivitas dan adopsi teknologi, tingkat penggunaan internet Indonesia kemungkinan kini bahkan lebih tinggi dari laporan resmi. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....