Peran Drone dalam Bencana Alam dan Penyelamatan

  • 31 Jan 2025 13:20 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran hutan sering kali menyebabkan kerusakan besar dan memerlukan respons cepat.

Dalam situasi darurat, teknologi drone menjadi alat penting dalam pencarian dan penyelamatan. Drone dapat menjangkau area berbahaya, memberikan data real-time, serta membantu tim penyelamat dalam operasi tanggap darurat.

Apa Itu Drone?

Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh atau secara otomatis menggunakan program komputer. Disadur dari Federal Aviation Administration (FAA), drone telah berkembang dari keperluan militer menjadi alat yang bermanfaat dalam berbagai bidang, termasuk penanganan bencana.

Drone memiliki berbagai fungsi dalam penanganan bencana alam, di antaranya:

1. Pemetaan dan Pemantauan Area Bencana

Drone dapat mengambil data berupa gambar dan video resolusi tinggi untuk membantu tim penyelamat memahami kondisi di lapangan. Dikutip dari United Nations Development Programme (UNDP), data ini sangat penting dalam perencanaan respons cepat dan efektif.

2. Pencarian dan Penyelamatan Korban

Drone yang dilengkapi kamera termal dapat mendeteksi keberadaan korban, bahkan di malam hari atau di bawah reruntuhan. Dikutip dari Journal of Disaster Research (2022), teknologi ini telah membantu menyelamatkan banyak korban dalam bencana besar.

3. Pengiriman Bantuan Darurat

Drone dapat mengantarkan makanan, air, dan obat-obatan ke daerah yang sulit dijangkau. Disadur dari laman resmi World Economic Forum (2023), drone telah digunakan dalam berbagai bencana untuk mengirimkan bantuan ke wilayah terisolasi.

4. Pemantauan Kebakaran Hutan

Drone mampu memantau pergerakan api dan memberikan informasi real-time kepada petugas pemadam kebakaran. Menurut National Interagency Fire Center (2023), teknologi ini meningkatkan efektivitas pemadaman serta mengurangi risiko bagi petugas di lapangan.

Beberapa contoh pemanfaatan drone dalam bencana alam meliputi:

•Gempa Nepal (2015): Drone digunakan untuk memetakan kerusakan dan menemukan korban di bawah reruntuhan.

•Banjir India (2018): Drone membantu mengirimkan bantuan ke daerah yang terisolasi.

•Kebakaran Hutan Australia (2019-2020): Drone digunakan untuk memantau pergerakan api dan mengarahkan evakuasi.

Dikutip dari International Journal of Disaster Risk Reduction (2021), drone memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

1. Cepat dan Efisien: Drone dapat menjangkau area bencana dalam waktu singkat.

2. Aman: Teknologi ini mengurangi risiko bagi tim penyelamat yang harus masuk ke area berbahaya.

3. Biaya Efektif: Dibandingkan dengan helikopter atau pesawat, drone lebih murah dan mudah dioperasikan.

Meskipun bermanfaat, penggunaan drone dalam bencana menghadapi beberapa kendala, seperti:

•Keterbatasan Baterai – Waktu terbang drone rata-rata hanya 20-30 menit.

•Regulasi – Penggunaan drone masih dibatasi oleh aturan ketat di beberapa negara.

•Keterampilan Operator – Dibutuhkan pelatihan khusus bagi operator agar drone dapat digunakan secara efektif.

Drone telah terbukti menjadi alat yang sangat berguna dalam penanganan bencana dan operasi penyelamatan. Dengan kemampuannya dalam pemetaan, pencarian korban, dan pengiriman bantuan, drone dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa serta mengurangi dampak bencana.

Namun, untuk mengoptimalkan manfaatnya, perlu adanya dukungan infrastruktur, regulasi yang mendukung, serta pelatihan bagi operator drone. (NLL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....