Seratus Tahun Winnie-the-Pooh: Beruang Kecil yang Tak Pernah Tua Rayakan Satu Abad
- 03 Okt 2026 18:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pada 14 Oktober 2026, dunia sastra anak merayakan 100 tahun terbitnya buku klasik Winnie-the-Pooh karya A.A. Milne. Beruang kuning yang suka madu itu masih menjadi ikon global yang menghangatkan hati generasi dari masa ke masa.
Buku Winnie-the-Pooh pertama kali diterbitkan pada 14 Oktober 1926 oleh penerbit Methuen di Inggris dan E.P. Dutton di Amerika Serikat. Ditulis oleh Alan Alexander Milne dan diilustrasikan oleh Ernest H. Shepard, buku ini memperkenalkan dunia kepada beruang berotak sederhana namun penuh kebijaksanaan, bersama sahabat-sahabatnya di Hundred Acre Wood: Piglet, Eeyore, Rabbit, Owl, Kanga, Roo, dan Christopher Robin.
Kisah ini lahir dari pengalaman nyata Milne bersama putranya, Christopher Robin. Nama “Winnie” diambil dari seekor beruang hitam Kanada bernama Winnipeg yang tinggal di London Zoo, sementara “Pooh” berasal dari nama seekor angsa. Karakter-karakter lain terinspirasi dari boneka mainan kesayangan Christopher Robin.
Dalam sekejap, buku ini menjadi fenomena. Sebelum akhir 1926 saja, lebih dari 150.000 eksemplar terjual. Seabad kemudian, Winnie-the-Pooh telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan terus dicintai lintas generasi.
Menjelang hari jadi ke-100, berbagai perayaan digelar:
- BBC Radio 4 menyiapkan program khusus sepanjang 12–16 Oktober yang dibuka dengan pengantar dari Ratu Camilla, direkam di Pooh Sticks Bridge, Ashdown Forest—lokasi nyata yang menginspirasi Hundred Acre Wood.
- New York Public Library membuka pameran Silly Old Bear! Winnie-the-Pooh at 100 yang menampilkan edisi pertama buku, boneka asli yang menginspirasi karakter, serta berbagai terjemahan langka.
- London Zoo menghadirkan adventure trail bertema Pooh yang berlangsung hingga 1 November 2026, mengajak pengunjung menelusuri jejak beruang asli Winnipeg.
- Disney merilis koleksi merchandise limited edition dan artwork baru, sementara sejumlah penerbit mengeluarkan edisi peringatan serta buku-buku baru bertema mindfulness dan petualangan di Hundred Acre Wood.
Meski sudah berusia satu abad, pesan sederhana Pooh tentang persahabatan, menerima diri sendiri, dan menikmati hal-hal kecil tetap relevan. “Sometimes the smallest things take up the most room in your heart,” tulis Milne—kalimat yang masih sering dikutip hingga kini.
Di tengah dunia yang semakin cepat dan kompleks, Winnie-the-Pooh seolah menjadi pengingat lembut: tidak apa-apa menjadi “beruang dengan otak yang sangat kecil”, asalkan punya hati yang besar. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....