Wagub NTT Dukung Kreativitas Anak-Anak Autisme

  • 11 Apr 2026 21:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menghadiri kegiatan Peringatan Hari Autisme Sedunia yang diselenggarakan oleh Komunitas Autis NTT di UPTD Taman Budaya Gerson Poyk - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat 10 April 2026. Walaupun di tengah guyuran hujan cukup lebat, namun kedatangan Wakil Gubernur NTT disambut dengan antusias khususnya oleh para anak-anak penyandang spektrum autisme.

Peringatan hari Autisme sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 April ini juga menampilkan berbagai pertunjukkan seni sebagai wadah ekspresi dan apresiasi bakat luar biasa anak-anak penyandang spekturm autisme agar lebih percaya diri dalam melihat dunia. Berbagai pertunjukkan seni yang ditampilkan meliputi menyanyi, bermain musik, drama, membaca puisi, menari serta karya kreatif lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan peringatan hari Autisme sedunia ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk mendorong penyandang autisme mengasah bakat, menemukan minat, dan melahirkan karya hebat.

“Peringatan hari Autisme ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta penerimaan kita semua terhadap individu dengan spektrum autisme. Anak-anak autis adalah anak-anak yang istimewa. Karena punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ini adalah berkat yang Tuhan berikan,” kata Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Menurut Johni Asadoma, semua anak dilahirkan ke dunia dengan talenta yang berbeda-beda, termasuk anak penyandang autisme yang memiliki caranya sendiri untuk berekspresi dan berprestasi. Ia mendorong agar setiap orang tua yang memiliki anak penyandang autisme untuk peka terhadap potensi dan bakat anak-anak mereka sehingga bisa dikembangkan dan terus didukung.

“Talenta anak-anak kita ini harus terus diasah. Setiap orang tua yang memiliki anak-anak istimewa ini harus mengetahui dan memahami apa yang menjadi potensi dari anak-anak kita ini. Sehingga potensi tersebut bisa terus dibina, dilatih, diarahkan, dituntun, sehingga anak-anak bisa berkembang bakatnya,” ujar Johni Asadoma.

Lebih lanjut, Wagub Johni juga berbangga karena anak-anak dengan spektrum autisme di NTT telah menunjukkan berbagai prestasi dan kreativitas yang membanggakan, baik di bidang seni, keterampilan, maupun akademik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang, mandiri, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat luas, untuk terus memperkuat komitmen dalam menyediakan akses pendidikan yang inklusif, layanan kesehatan yang memadai, serta kesempatan yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pemprov NTT juga berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang inklusif, memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak-anak kita yang istimewa ini. Tentu gerakan kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan melalui berbagai langkah konkret adalah dukungan bagi anak-anak kita ini,” tuturnya.

Menutup arahannya, Wagub Johni Asadoma kembali mengingatkan bahwa membangun masyarakat inklusif bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Hal tersebut tentu dimulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial, agar tercipta ruang yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi setiap anak.

Sementara itu, Ketua Komunitas Autis NTT, Adriana Bunakala dalam kesempatan tersebut mengatakan anak dengan autisme harus terus didukung karena mereka memiliki potensi besar untuk berkembang, mandiri, dan hidup bahagia jika mendapatkan penerimaan serta stimulasi yang tepat. Menurutnya autisme bukanlah suatu penyakit yang harus disembuhkan, melainkan perbedaan dalam cara otak bekerja yang membuat mereka berinteraksi dan mempersepsikan dunia dengan cara yang berbeda.

“Saya kira kita semua di sini paham anak-anak kita ini hanya butuh terus didukung, kasih sayang dan ruang. Dan berkat kerja keras berbagai pihak yang terlibat, kini sudah banyak orang tua yang bisa menerima dan paham dengan kondisi anaknya yang autis,” ucap Adriana.

Ia juga mengapresiasi kinerja pemerintah dan pihak terkait dalam menangani anak-anak dengan kondisi autis di NTT yang menunjukkan kemajuan yang positif, namun masih menghadapi berbagai tantangan besar di lapangan.

“Atas nama komunitas autis NTT, saya mengucapkan terima kasih juga kepada Pemprov NTT, para donatur, tenaga medis, tenaga pendidik, kampus UPG, para guru dan semua pihak yang sudah berkontribusi mengurus anak-anak kita ini dengan berbagai fasilitas dan cara masing-masing. Walaupun masih banyak PR, namun kami optimis komunitas ini akan terus bergerak ke seluruh NTT untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang kita sayangi ini.” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....