Daftar Negara yang Tegas Melawan Deforestasi Global

  • 28 Des 2025 13:29 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Deforestasi merupakan krisis lingkungan utama yang memicu berbagai konsekuensi berantai, termasuk perubahan iklim global, kepunahan biodiversitas, dan kerentanan terhadap bencana alam. Guna memitigasi risiko-risiko tersebut, sejumlah negara kini memperkuat kerangka hukum melalui pembatasan aktivitas penebangan serta pengawasan yang lebih komprehensif terhadap pemanfaatan kawasan hutan.

Norwegia memosisikan diri sebagai aktor utama dalam upaya pelestarian hutan global melalui skema pendanaan dan kemitraan lintas negara. Upaya tersebut diwujudkan secara aktif melalui Norway’s International Climate and Forest Initiative, yang bertujuan mendukung negara pemilik hutan tropis dalam memitigasi deforestasi.

Salah satu implementasi nyatanya adalah melalui dana bantuan bagi Amazon Fund di Brasil yang dialokasikan berdasarkan keberhasilan penurunan angka penebangan. Guna memastikan keberlanjutan dampak lingkungan yang dihasilkan, program kerja sama ini telah diperpanjang durasinya hingga tahun 2035.

Adapun Brasil merupakan figur sentral dalam isu deforestasi global mengingat keberadaan ekosistem Amazon di wilayahnya. Setelah melewati periode peningkatan laju eksploitasi hutan, pemerintah Brasil kini memperbarui komitmennya melalui strategi perlindungan yang lebih ketat.

Upaya ini mencakup modernisasi sistem pemantauan berbasis satelit dan penertiban aktivitas pembalakan liar guna memulihkan integritas lembaga lingkungan. Dengan target ambisius untuk mengeliminasi deforestasi sepenuhnya pada tahun 2030, Brasil memperkuat posisinya dalam agenda perubahan iklim global yang didukung oleh kemitraan strategis dengan negara donor seperti Norwegia.

Sementara Uni Eropa memperluas upaya konservasi hutan melalui kebijakan perdagangan dengan melarang impor komoditas yang bersumber dari lahan hasil deforestasi. Regulasi ini menargetkan produk-produk utama seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan kayu untuk memastikan bahwa konsumsi di wilayah tersebut tidak berkontribusi pada kerusakan lingkungan di tempat lain.

Kendati tantangan implementasi di lapangan tetap signifikan, berbagai inisiatif tersebut membuktikan bahwa pelestarian hutan dapat menjadi prioritas utama apabila didukung oleh regulasi yang tegas, pengawasan yang konsisten, dan sinergi antarbangsa. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....