Kebakaran Tai Po Hong Kong Tewaskan Dua WNI

  • 28 Nov 2025 20:49 WIB
  •  Kupang

KBRN, Sumba: Kebakaran besar yang melanda tujuh gedung apartemen di Distrik Tai Po, Hong Kong, sejak Rabu (26/11/2025), menjadi insiden paling mematikan di wilayah itu. Hingga Jumat (28/11/2025) pukul 14.00 WIB, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 128 orang meninggal dunia, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI). Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Yul Edison.

Yul menyampaikan, dua WNI yang menjadi korban tewas telah teridentifikasi oleh kepolisian Hong Kong. “Satu dari dua itu meninggal di lokasi,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Selain korban meninggal, dua WNI lainnya mengalami luka. Satu telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan, sedangkan satu lainnya masih dirawat akibat syok namun dalam kondisi stabil.

KJRI Hong Kong juga mencatat setidaknya 20 WNI tinggal di kompleks apartemen yang terbakar. Dari jumlah itu, empat WNI telah teridentifikasi dua meninggal dan dua luka dan seluruhnya berasal dari Jawa.

Pihak KJRI terus memperbarui data dengan mendatangi penampungan sementara serta membuka posko 24 jam yang menyediakan bantuan darurat bagi para WNI terdampak. Sementara itu, Sringatin, koordinator jaringan pekerja migran Indonesia di Hong Kong, menyebut masih ada sekitar tujuh pekerja asal Indonesia yang hilang dan belum diketahui kondisinya.

Ia menegaskan, pihaknya sedang menggalang informasi dari para pekerja migran serta menelusuri lokasi-lokasi penampungan sementara untuk memastikan keselamatan para WNI. Di lokasi kejadian, suasana penuh kecemasan masih menyelimuti para keluarga korban.

Banyak warga menangis menunggu kabar kerabat mereka yang terjebak dalam kebakaran cepat menyebar tersebut. Insiden ini kini tercatat sebagai salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah Hong Kong, melampaui beberapa tragedi besar sebelumnya dan menambah duka mendalam bagi warga lokal maupun komunitas pekerja migran Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....