Kupang Tuan Rumah Perhelatan Forum Budaya Pasifik 2025

  • 09 Nov 2025 21:49 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Kementerian Kebudayaan RI akan menyelenggarakan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang bertempat di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 11–13 November 2025. Forum yang bertajuk "Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom" dengan tujuan mempertemukan pelaku budaya dari 16 negara dan 10 provinsi di Indonesia timur.

Mulai dari pemimpin budaya, seniman, akademisi, komunitas, hingga delegasi negara-negara Pasifik. Yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas-budaya dan jejaring kerja demi tercapainya pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Dalam keterengan pers melalui surel yang diterima kepada RRI, Kementerian Kebudayaan RI menjelaskan IPACS 2025 didesain sebagai sebuah forum strategis di bidang kebudayaan, dengan tujuan utama menegaskan kembali peran krusial budaya sebagai penggerak utama dalam diplomasi dan inisiatif pembangunan berkelanjutan. Mengingat eratnya koneksi maritim dan kesamaan warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia dan negara-negara Pasifik, acara ini secara khusus menempatkan budaya sebagai jangkar identitas bersama, sekaligus sebagai motor pendorong bagi inovasi ekonomi kreatif.

Selain itu, pelaksanaan IPACS sejalan dan mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta arah kebijakan nasional yang berupaya memperkuat keharmonisan antara kehidupan, lingkungan, dan kebudayaan. Pemilihan Kupang sebagai lokasi penyelenggaraan IPACS 2025 didasarkan pada posisi strategisnya.

Kota Kupang terletak di persimpangan penting yang menghubungkan Indonesia bagian timur dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Dengan menjadikan kota pesisir ini sebagai pusat kegiatan, diharapkan diskusi mendalam mengenai laut, manusia, dan budaya di kawasan akan mencapai pemahaman yang substantif.

Forum ini direncanakan akan mengundang berbagai pihak, termasuk perwakilan resmi negara-negara Pasifik, para duta besar, seniman, pimpinan lembaga kebudayaan, serta komunitas lokal. Selama tiga hari penuh, agenda IPACS akan sangat padat, mencakup dialog pada tingkat menteri, sesi pleno tematik, pameran kebudayaan, pertunjukan kolaboratif, dan kunjungan edukatif ke situs-situs budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Sebelum acara puncak berlangsung, serangkaian pra-kegiatan akan dilaksanakan terlebih dahulu. Salah satunya adalah program residensi budaya yang dijadwalkan pada 3–10 November 2025.

Program ini akan mempertemukan perwakilan dari 10 negara Pasifik dan enam provinsi di Indonesia bagian timur untuk berkolaborasi menghasilkan karya dalam tiga kategori: kerajinan bambu, musik tradisional, dan tari. Karya-karya yang dihasilkan dari residensi ini akan dipamerkan dan dipertunjukkan pada acara utama.

Dengan adanya program residensi ini, IPACS tidak hanya menyajikan hasil akhir (karya), melainkan juga menampilkan proses kolaborasi lintas-budaya yang dinamis, menjadikannya sebuah ruang yang berharga untuk saling belajar dan memahami antarbangsa. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....