Australia Tindak Tegas Anak Akses Platform Media Sosial

  • 26 Sep 2025 07:48 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Pemerintah Australia menunjukkan keseriusan yang meningkat dalam meregulasi akses remaja ke media sosial. Dengan memberlakukan aturan ketat yang menargetkan pengguna media sosial berusia di bawah 16 tahun demi meminimalkan risiko paparan konten berbahaya.

Setelah menetapkan platform populer seperti Facebook, TikTok, Snapchat, dan YouTube dalam "daftar hitam" regulasi, kini muncul rencana yang jauh lebih luas. Wacana larangan media sosial di Australia akan diperluas hingga mencakup aplikasi komunikasi dan gaming populer, termasuk WhatsApp, Reddit, Twitch, dan bahkan Roblox.

Sebagai tindak lanjut, Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, telah mengambil langkah konkret dengan mengirimkan surat resmi kepada 16 perusahaan teknologi raksasa. Perusahaan-perusahaan ini diwajibkan melakukan evaluasi mandiri (audit internal) guna memastikan apakah layanan mereka tergolong dalam kategori media sosial yang akan terkena aturan larangan tersebut.

Beberapa platform populer, termasuk Pinterest, Lego Play, Kick, dan Steam, turut masuk dalam daftar pengawasan. Ini membuktikan bahwa kebijakan nasional Australia jauh lebih luas dari dugaan.

Bukan hanya wacana larangan WhatsApp yang menjadi perhatian utama, tetapi juga kemungkinan serius adanya larangan Twitch, menjadikannya sebuah kebijakan yang menargetkan hampir semua layanan interaksi daring yang populer di kalangan remaja. Otoritas Australia secara tegas menyatakan bahwa strategi awal regulasi mereka adalah berfokus pada platform dengan basis pengguna yang masif.

Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif karena memiliki potensi dampak perlindungan yang lebih luas. Dengan menargetkan raksasa media sosial, kebijakan baru Australia ini diharapkan mampu menekan secara signifikan kasus penyalahgunaan dan, yang terpenting, melindungi remaja dari interaksi daring yang berisiko.

Meskipun digembar-gemborkan sebagai terobosan global, aturan regulasi media sosial Australia ini ternyata menuai kritik tajam. Banyak pihak mempertanyakan kejelasan mekanisme pelaksanaannya, terutama mengenai verifikasi usia pengguna.

Bahkan, perusahaan teknologi melabeli kebijakan ini terburu-buru, sementara pemerintah mengakui bahwa sebagian besar proses akan bergantung pada regulasi mandiri dari pihak platform. Di tengah kritik tersebut, studi independen menawarkan solusi: verifikasi usia dapat diterapkan secara aman dan efektif, meskipun tidak ada satu metode tunggal yang cocok untuk semua platform.

Selain larangan, Australia juga menyiapkan aturan baru untuk melindungi anak dari konten yang legal namun berbahaya, seperti pornografi daring dan percakapan eksplisit dengan chatbot berbasis AI. Sebagai langkah proaktif, platform gim populer Roblox bahkan telah menyepakati langkah-langkah tambahan untuk mengurangi risiko grooming orang dewasa terhadap anak-anak di negara tersebut. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....