Bloomberg New Economy Pilih Jokowi Jadi Dewan Penasihat

  • 23 Sep 2025 21:48 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Mantan Presiden RI ke-8 Joko Widodo resmi dipilih sebagai anggota Advisory Board (Dewan Penasihat) Bloomberg New Economy sejak April 2025. Informasi ini dikutip dari laman resmi Bloomberg New Economy, Selasa (23/9/2025).

Bloomberg New Economy merupakan forum internasional yang digagas Michael Bloomberg. Forum ini membahas isu ekonomi dunia, teknologi, iklim, dan kerja sama antarnegara.

Dewan Penasihat ini berfungsi memberi masukan strategis atas tantangan khususnya ekonomi dunia. Mereka juga membantu mengarahkan agenda diskusi dalam forum Bloomberg New Economy.

Dewan ini dipimpin Gina Raimondo dan Mario Draghi sebagai Co-Chair. Keduanya didampingi Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri Singapura, yang juga menjabat Co-Chair.

Bloomberg New Economy dalam laman resminya menyatakan anggota dewan dipilih karena rekam jejak kepemimpinan tingkat tinggi. Mereka diharapkan memberi masukan strategis menghadapi tantangan global.

“Kami membentuk Dewan Penasihat global baru pada April 2025 untuk membantu menghadapi tantangan dunia yang kompleks. Kelompok ini berpengalaman di puncak bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral, dan masukan mereka penting membimbing upaya kami,” tulis Bloomberg New Economy.

Selain Jokowi, tercatat sejumlah tokoh dunia turut masuk dalam daftar. Antara lain Michael R. Bloomberg, pendiri Bloomberg LP, serta Noubar Afeyan, pendiri Moderna.

Nama lain yang tercatat adalah Dawn Fitzpatrick, CEO Soros Fund Management, dan Gita Gopinath dari Harvard University. Juga Merit Janow, Ketua Dewan Mastercard, serta Kai-Fu Lee, CEO 01.AI.

Tokoh lain seperti Jorge Paulo Lemann, Strive Masiyiwa, dan Ravi Menon juga tercatat. Disusul Takeshi Niinami dari Jepang, Eyal Ofer, serta Charles Phillips.

Daftar berlanjut dengan Suresh Prabhu, Jing Qian, Steven Rattner, dan Marc Rowan. Selain itu David Vélez dari Nubank dan Josephine Wapakabulo dari TIG Africa.

Secara keseluruhan terdapat 22 anggota dalam Dewan Penasihat ini. Mereka berasal dari kalangan pemerintahan, bisnis, akademisi, hingga organisasi internasional.

Kehadiran Joko Widodo atau yang biasa dikenal sebagai Jokowi menambah representasi Asia dalam forum strategis tersebut. Hal ini dipandang penting dalam dinamika ekonomi internasional ke depan. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....