Malaysia Resmi Tambahkan Bahasa Isyarat di Kurikulum Sekolah

  • 09 Sep 2025 13:51 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) telah mengambil langkah inovatif dengan merevisi kurikulum sekolah untuk tahun 2027. Hal ini diungkapkan melalui halaman Facebook resmi Bahagian Pembangunan Kurikulum, Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), dalam keteranganya akan menambahkan Bahasa Isyarat sebagai mata pelajaran wajib.

Kebijakan ini menandai komitmen serius pemerintah untuk memajukan pendidikan inklusif di seluruh sekolah mulai tahun 2027. Sebagai bagian dari kurikulum baru, mata pelajaran Bahasa Isyarat akan ditawarkan sebagai pilihan tambahan bagi siswa di seluruh jenjang Standar 1 hingga 6.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Rakyat Post, penambahan ini bertujuan untuk mendorong inklusivitas di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, diharapkan seluruh siswa dapat berkomunikasi lebih mudah dan lancar, terlepas dari perbedaan disabilitas yang mungkin ada.

Dan rencana ini telah mendapat apresiasi luas dari masyarakat di Malaysia, karena dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan siswa dengan gangguan pendengaran atau bicara tidak lagi merasa terisolasi atau tersisih dari teman sebaya mereka. Dalam rancangan kurikulum 2027, Kementerian Pendidikan Malaysia mengelompokkan mata pelajaran ke dalam tiga bagian untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan siswa.

Kelompok pertama, Mata Pelajaran Teras, mencakup mata pelajaran fundamental seperti Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, yang menjadi fondasi pembelajaran. Kelompok kedua, Mata Pelajaran Wajib, terdiri dari Pendidikan Jasmani, Pendidikan Seni, dan Teknologi Digital.

Terakhir, kategori Mata Pelajaran Wajib untuk MBPK (Inklusif) dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan disabilitas, di mana Bahasa Isyarat Malaysia menjadi salah satu mata pelajaran penting bersama dengan Pengurusan Kehidupan. Nantinya pembelajaran Bahasa Isyarat tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dengan komunitas tunarungu, tetapi juga membuka peluang karier.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan, sehingga dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk masa depan profesional, khususnya sebagai ahli bahasa isyarat. Secara resmi, Bahasa Isyarat yang digunakan di Malaysia diakui oleh pemerintah dengan sebutan BIM, atau Bahasa Isyarat Malaysia.

Pengakuan ini menjadikan BIM sebagai alat komunikasi standar yang digunakan secara luas untuk berinteraksi dengan komunitas tuli. Penerapan BIM juga terlihat dalam berbagai siaran dan pengumuman resmi, yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan akses informasi yang setara bagi semua warga. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....