Kemdiktisaintek: Mahasiswa RI Jangan Tinggalkan AS
- 29 Mei 2025 04:50 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau mahasiswa Indonesia yang sedang berada di Amerika Serikat untuk tidak bepergian ke luar wilayah negara tersebut. Imbauan ini dikeluarkan menyusul keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang menghentikan sementara pengajuan visa F, M, dan J.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Selasa (27/5/2025) waktu setempat. Visa F, M, dan J digunakan oleh pelajar internasional, termasuk mahasiswa asal Indonesia, untuk studi dan program pertukaran di AS.
Pantaun RRI dalam video resmi Kemdiktisaintek di TikTok pada Rabu (28/5/2025), Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Prof. Stella Christie menyampaikan imbauan kepada mahasiswa Indonesia. Ia meminta mahasiswa yang telah berada di Amerika Serikat dengan visa F, M, atau J agar tidak bepergian ke luar wilayah negara tersebut hingga ada kepastian lebih lanjut.
“Kami merekomendasikan agar mahasiswa dengan visa F, M, atau J tidak bepergian ke luar wilayah Amerika Serikat, tunggu sampai ada kepastian lebih lanjut” kata Stella dalam video tersebut.
Ia menambahkan, pemerintah RI sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kelanjutan studi mahasiswa penerima beasiswa. Termasuk mahasiswa yang telah menerima Letter of Acceptance dari perguruan tinggi di Amerika Serikat.
Langkah-langkah tersebut mencakup peluang studi di perguruan tinggi unggulan di negara lain. Pemerintah RI juga membuka opsi studi di kampus-kampus terbaik dalam negeri.
Untuk diketahui, visa F diberikan kepada mahasiswa akademik penuh waktu. Contohnya adalah mahasiswa S1 hingga S3 atau peserta kursus bahasa di institusi pendidikan tinggi.
Visa M ditujukan bagi pelajar kejuruan atau peserta pelatihan teknis. Sementara visa J diperuntukkan bagi peserta program pertukaran pelajar dan profesional yang disponsori lembaga resmi.
Stella menegaskan, Kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Brian Yuliarto terus bekerja cepat dan terkoordinasi. Upaya ini dilakukan untuk menjamin agar studi para penerima beasiswa tidak terganggu oleh kebijakan baru dari Amerika Serikat. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....