QRIS Tembus Jepang dan Cina Mulai Agustus 2025
- 22 Mei 2025 08:32 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Bank Indonesia dijadwalkan untuk memulai implementasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Jepang pada 17 Agustus 2025. Momen ini, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya Bank Indonesia memperluas jangkauan sistem pembayaran digital Indonesia ke pasar internasional.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, BI telah menjalankan sandbox bersama otoritas sistem pembayaran Jepang sejak 15 Mei 2025. Upaya ini ditujukan agar di masa mendatang, warga negara Indonesia yang bepergian ke Jepang dapat menikmati kemudahan pembayaran hanya dengan memindari QR.
Filianingsih dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/5/2025) juga menambahkan jika sistem pembayaran ini telah dinyatakan layak untuk penggunaan publik, targetnya QRIS antarnegara dapat mulai digunakan di Jepang pada bulan Agustus mendatang. Ini akan memungkinkan masyarakat Indonesia yang bepergian ke Jepang untuk langsung berbelanja menggunakan QRIS antarnegara tanpa harus repot menukar mata uang dari rupiah ke yen Jepang.
Di samping itu, Filianingsih turut membeberkan perkembangan uji coba QRIS antarnegara antara Indonesia dan China. Saat ini, kedua belah pihak, yaitu UnionPay International China dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), telah mencapai proses finalisasi terkait aspek pengaturan bisnis, teknis dan operasional.
Bersamaan dengan itu, QRIS juga sedang dalam proses perluasan ke India. Saat ini, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan National Payments Corporation of India (NPCI) sedang melakukan diskusi teknis mengenai spesifikasi yang diperlukan. Implementasi penggunaan QRIS di India ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini.
Berbedan dengan Korea Selatan, prosesnya sedang dalam tahap evaluasi dan finalisasi perjanjian di tingkat industri. Penjelasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kesepakatan di antara otoritas bank sentral sudah selesai, dan kini fokusnya adalah pada perjanjian level industri yang melibatkan ASPI dan Korean Telecommunications and Clearings Institute.
Adapun dengan Arab Saudi, proses diskusi QRIS antarnegara dengan bank sentralnya (The Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA) telah rampung. Fili menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Haji dan Umrah, kini tengah mendorong penggunaan sistem pembayaran digital bagi jemaah haji dan umrah.
Inisiatif ini sangat relevan untuk negara-negara dengan jumlah jemaah besar, termasuk Indonesia. Saat ini, QRIS antarnegara sudah beroperasi di tiga negara: Malaysia, Thailand, dan Singapura. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....