Leo XIV: Paus Pertama Amerika, Bawa Warisan Nama Bersejarah

  • 10 Mei 2025 06:03 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kardinal Robert Francis Prevost mencatat sejarah dengan menjadi Paus Katolik Roma pertama yang berasal dari Amerika Utara. Namun, setelah terpilih, ia memilih nama kepausan yang sarat akan tradisi religius selama ratusan tahun, yaitu Paus Leo XIV.

Seperti yang ditunjukkan oleh angka Romawi, Prevost adalah paus ke-14 yang menggunakan nama Leo. Paus Leo XIV kemungkinan akan menjelaskan alasan pemilihan nama kepausannya dalam beberapa hari ke depan, namun maknanya sudah jelas bila melihat pontifikat para pendahulunya, mulai dari Paus Leo I dan pertukaran legendarisnya dengan Attila si Hun, hingga peran Paus Leo IX dalam Skisma Besar pada tahun 1054 M, dimana nama kepausan ini memiliki arti penting dalam Gereja Katolik Roma.

Lalu siapakah Paus Leo yang pertama? Nationalgeographic mencatat, nama Leo berarti "singa" dalam bahasa Latin dan mengandung makna keagungan, martabat, dan kepemimpinan. Paus Leo I adalah salah satu dari tiga paus sepanjang sejarah yang memperoleh gelar "Yang Agung”, yang mewujudkan semua karakteristik tersebut dalam ajaran Katolik Roma.

Leo I menjadi paus pada tanggal 29 September 440 M, masa pembentukan Gereja, ketika agama Katolik menyebar dan merumuskan doktrin, ide-ide baru ataupun pertanyaan-pertanyaan yang menyebabkan munculnya kelompok-kelompok sesat. Saat itu, Paus Leo I segera berusaha untuk melenyapkan para bidat ini dan berkomunikasi dengan para uskup di seluruh Kekaisaran Romawi untuk menekankan persatuan, dan ia juga mengawasi konsili ekumenis di Kalsedon pada tahun 451 M, yang menjadi momen penting bagi Gereja Katolik Roma dalam menegaskan bahwa Kristus memiliki dua kodrat, ilahi dan manusia.

Selain perannya dalam memperkuat doktrin gereja, legenda menyebutkan bahwa Paus Leo I pernah berhadapan langsung dengan Attila si Hun pada tahun 452 M, dan berhasil menyelamatkan Roma. Attila telah menyeberang ke Italia bersama koalisi suku Goth, Hun, dan lainnya dengan niat menaklukkan dan menjarah Eropa, namun berdasarkan teks-teks abad pertengahan menyebutkan bahwa ia membatalkan niatnya setelah permohonan langsung dari Leo.

Paus Leo I juga mendapat kehormatan langka setelah wafatnya pada tahun 461 M, dimana ia diangkat sebagai Doctor of the Church, yaitu gelar khusus bagi para santo yang tulisan-tulisannya dianggap memiliki otoritas tinggi dalam Gereja. Bahkan pada tahun 2008, Paus Benediktus XVI membahas tentang Leo Agung, yang menyatakan: "Seperti julukan yang segera diberikan kepadanya oleh tradisi, ia benar-benar salah satu Paus terbesar yang pernah menghormati Takhta Roma dan memberikan kontribusi sangat penting dalam memperkuat otoritas dan wibawanya".

Kardinal Robert Francis Prevost adalah orang ke-267 yang menjabat sebagai paus dan merupakan pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di dunia. Menurut Vatikan, Misa pelantikan Leo akan diadakan di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu 18 Mei 2025, dimana para pemimpin dunia dan agama juga diundang ke pelantikan tersebut dan menandai peluncuran resmi kepausan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....