Proyek Kereta Cepat Thailand-China Siap Beroperasi 2030

  • 30 Jan 2025 19:09 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Pemerintah Thailand mempercepat pengembangan proyek kereta api berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan negara itu dengan China melalui Laos. Inisiatif strategis ini diproyeksikan akan mulai beroperasi pada tahun 2030 dan diharapkan dapat secara signifikan menguntungkan berbagai sektor termasuk pariwisata, ekonomi dan konektivitas regional.

Kereta api sepanjang 609 kilometer (378 mil) awalnya direncanakan akan selesai lebih cepat. Namun, berbagai tantangan telah menyebabkan penundaan hampir satu dekade.

Jalur kereta api berkecepatan tinggi akan menghubungkan ibu kota Bangkok ke Nakhon Ratchasima dan akhirnya meluas ke Nong Khai, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Laos. Menurut laporan dari South China Morning Post, juru bicara pemerintah Thailand, Jirayu Houngsub menyatakan bahwa pembangunan kereta api ini menghadirkan peluang besar bagi Thailand untuk memperkuat integrasi ekonomi dan pariwisata global.

Dia juga mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga konstruksi di bagian yang menghubungkan Bangkok dan Nakhon Ratchasima telah selesai, menandai kemajuan yang signifikan dalam proyek tersebut. Meskipun proyek ini diharapkan dapat membawa manfaat yang luas, realisasinya bukannya tanpa hambatan.

Sejak diskusi dimulai hampir 20 tahun yang lalu, proyek ini telah menghadapi beberapa penundaan karena ketidaksepakatan tentang pembiayaan dan desain. Selain itu, pandemi COVID-19 semakin mengganggu kemajuan konstruksi.

Terlepas dari tantangan ini, perjanjian kerja sama yang ditandatangani antara Thailand dan Tiongkok pada tahun 2017 telah memastikan bahwa proyek ini tetap menjadi bagian penting dari Belt and Road Initiative (BRI) Tiongkok, yang dipelopori oleh Presiden Xi Jinping.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan perdagangan global, dengan proyek kereta api berkecepatan tinggi Thailand-Laos-Tiongkok dipandang sebagai langkah kunci untuk memperkuat konektivitas antara Tiongkok dan Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura.

Di tingkat regional, proyek infrastruktur serupa juga mendapatkan daya tarik di negara-negara tetangga. Vietnam, misalnya, sedang merencanakan kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 1.541 kilometer yang menghubungkan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Dengan perkiraan biaya lebih dari USD 67 miliar, proyek ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2035.

Pengembangan jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang luas, termasuk rute yang menghubungkan Vietnam dengan Tiongkok, menggarisbawahi prioritas konektivitas kereta api berkecepatan tinggi yang berkembang di seluruh Asia Tenggara. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....