Pemerintah Percepat Penanganan Infrastruktur Terdampak Gempa Sikka

  • 24 Agt 2026 08:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026) malam.

Rapat dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Pembahasan meliputi langkah penanganan darurat, asesmen kerusakan, penentuan infrastruktur prioritas, hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah pusat menyiapkan dukungan anggaran untuk menangani infrastruktur yang rusak akibat gempa. Kementerian PU mengalokasikan sekitar Rp810 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jalan sepanjang 155 kilometer.

Selain itu, pemerintah menyiapkan dana tanggap darurat sekitar Rp100 miliar untuk penanganan awal bencana. Dody menegaskan, penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan hasil asesmen di lapangan agar infrastruktur yang paling mendesak dapat segera ditangani.

"Pak Bupati mana yang prioritaskan, jadi kita fokusnya di situ dulu," ujar Dody.

Ia meminta pemerintah daerah segera menetapkan infrastruktur prioritas agar penanganan dapat dilakukan secara terarah. Pemerintah pusat juga akan membantu proses asesmen kerusakan sebelum pembagian pekerjaan dilakukan sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak.

Dody menekankan penanganan tidak hanya berorientasi pada langkah darurat, tetapi juga harus disiapkan untuk jangka panjang. Khusus wilayah pesisir, pemerintah perlu mempertimbangkan pembangunan perlindungan pantai karena kerusakan jalan juga dipengaruhi abrasi.

Pemerintah turut menyiapkan solusi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat ditempati, termasuk kemungkinan pembangunan hunian sementara atau huntara. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Kementerian PU memberi perhatian khusus terhadap jalur utara Pulau Flores yang menghubungkan wilayah Nagekeo, Ende, Sikka hingga kawasan pesisir utara Flores.

Melki mengatakan sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan dan terancam putus. Kondisi itu dinilai perlu segera ditangani karena jalur darat menjadi akses penting untuk mobilisasi bantuan dan pelayanan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain jalan, Melki meminta asesmen terhadap fasilitas publik dipercepat, terutama gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan dan sekolah. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan bangunan yang terdampak gempa masih aman digunakan sehingga pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

"Semua orang sudah pasti mau kepingin balik lagi hidup normal. Nah, ini mesti kita cek segera rumah-rumah penduduk," katanya.

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kabupaten Sikka, gempa berdampak pada 21 kecamatan dengan sekitar 352 ribu jiwa merasakan dampaknya. Sebanyak 3.942 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri atas 854 rumah rusak berat, 824 rusak sedang dan 2.264 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, jalan, jembatan, rumah ibadah, sarana air bersih dan sanitasi. Di sektor pemerintahan, tercatat delapan gedung rusak berat, enam rusak sedang dan 38 rusak ringan.

Pada sektor kesehatan, tiga rumah sakit telah menjalani asesmen dengan rekomendasi penanganan sesuai tingkat kerusakan dan keamanan bangunan. Sementara itu, 27 puskesmas masih dalam proses pemeriksaan.

Ketersediaan air bersih juga menjadi persoalan mendesak, terutama di Kecamatan Palue. Gempa menyebabkan sejumlah bak penampungan air hujan mengalami keretakan sehingga persediaan air masyarakat terganggu. Pemerintah telah mengirim satu truk air mineral ke wilayah tersebut dan menyiapkan distribusi lanjutan.

Kerusakan jalur transportasi juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan provinsi di jalur utara Sikka-Ende mengalami kerusakan hingga badan jalan yang dapat dilalui disebut hanya tersisa untuk satu kendaraan. Sejumlah jembatan berada dalam kondisi kritis, sementara beberapa ruas jalan lainnya tertutup longsor.

Hingga Minggu sore, sebanyak 5.658 kepala keluarga atau 19.737 jiwa tercatat mengungsi secara mandiri di 19 kecamatan. Sementara di pengungsian terpusat Gelora Samador terdapat 345 kepala keluarga atau 1.264 jiwa.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dan pemerintah pusat terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat asesmen, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, serta memulihkan infrastruktur vital.

Percepatan penanganan tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa dapat kembali merasa aman, memperoleh pelayanan dasar, dan secara bertahap menjalani kehidupan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....