Wabup Thimo Ragga Tutup Turnamen Voli Pesta Paroki Santo Petrus‑Paulus

  • 23 Agt 2026 21:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba – Puluhan pertandingan, semangat bertanding yang tak pernah padam, serta kebersamaan yang makin erat telah menyelimuti lingkungan SD dan SMP Katolik Waikabubak selama hampir tiga pekan. Rabu  (19/8/2026), rangkaian meriah itu resmi berakhir saat Wakil  Bupati  Sumba  Barat,  Thimotius  Tede  Ragga, S.Sos., menutup Open  Turnamen  Bola  Voli Pesta  Paroki  Santo  Petrus  dan  Paulus—kegiatan yang merayakan sekaligus menyatukan semangat kemerdekaan ke‑81 RI dan sukacita Pesta Paroki.

Digelar sejak 1 Agustus hingga 19 Agustus 2026, ajang ini tak hanya soal berebut kemenangan: tim‑tim putra dan putri dari berbagai kalangan bertanding penuh semangat, memperebutkan piala, medali, piagam serta hadiah pembinaan hingga Rp10 juta bagi juara pertama. Di lapangan, setiap pukulan dan pantulan bola menjadi bukti bahwa olahraga adalah bahasa persaudaraan yang melampaui perbedaan—menghadirkan sukacita sekaligus melatih kedisiplinan, sportivitas, dan semangat berjuang.

Kompetisi yang berlangsung ketat namun tetap penuh keakraban akhirnya melahirkan para pemenang: di kategori putri, tim Queen A tampil sebagai juara, diikuti Queen B, The Angel, dan OMG. Sementara di kategori putra, Sugar Daddy meraih posisi tertinggi, disusul BNN, ATM, serta Sumba Barat Junior. Prestasi ini membuktikan betapa besarnya potensi bakat yang dimiliki anak‑anak dan pemuda di wilayah ini—bibit unggul yang patut terus didukung dan dikembangkan.

Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, terutama Orang Muda Katolik (OMK) selaku panitia yang bekerja sungguh‑sungguh menyukseskan acara ini. “Terima kasih atas cinta, dukungan, dan tangan yang saling melengkapi—karena persekutuan inilah pesta ini bisa berjalan indah,” ujarnya, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah buah kerja sama yang tulus demi kebaikan bersama.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan makna paling dalam dari ajang ini: “Iman bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi pelaku dari iman itu sendiri. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan dan pelayanan.” Ia memuji semangat pemuda, menegaskan bahwa nilai terbesar bukanlah hadiah yang diterima, melainkan tumbuhnya karakter, mental juara, keterampilan, serta persaudaraan yang kokoh—modal berharga bagi gereja, keluarga, maupun bangsa.

Dengan penyerahan hadiah dan penutupan resmi, Turnamen Bola Voli Pesta Paroki berakhir indah namun meninggalkan jejak yang kekal: lapangan kini kembali tenang, semangat persatuan tetap menyala di hati. Diharapkan persaudaraan yang terjalin makin kuat, potensi olahraga terus diasah, dan dari barisan peserta ini lahir atlet‑atlet berprestasi yang mengharumkan nama Sumba Barat—membawa bakat, iman, dan karakter luhur melangkah ke masa depan yang lebih cerah. (YL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....