3. Kemerdekaan Dirayakan Bersama: Wakil Bupati Pimpin Penutup HUT RI ke-81
- 19 Agt 2026 12:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, langit Lapangan Manda Elu Waikabubak diselimuti suasana khidmat dan haru. Di sana, di bawah kibaran Bendera Merah Putih yang perlahan diturunkan, seluruh elemen masyarakat Sumba Barat berkumpul dalam satu jiwa, merayakan sekaligus merenungkan makna kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dengan penuh penghormatan dan syukur.
Senin sore, 17 Agustus 2026, Wakil Bupati Sumba Barat berdiri tegak memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, menjadi penutup rangkaian peringatan HUT RI yang sarat makna persatuan. Hadirnya beragam unsur mulai dari pimpinan daerah, TNI–Polri, lembaga peradilan, hingga tokoh adat dan agama menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan milik satu golongan saja, melainkan milik seluruh rakyat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Kehadiran unsur Forkopimda — Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kasdim 1613 Sumba Barat, Kapolres, perwakilan Kajari, Ketua Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, serta WaDanyonif Teritorial Pembangunan 930/Toda Tebi - mempertegas komitmen bersama menjaga keutuhan dan kedaulatan daerah. Sinergi antarlembaga ini menjadi pondasi kuat dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Sumba Barat.
Suasana semakin bermakna dengan kehadiran tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, paguyuban, Ketua TP–PKK, para kepala perangkat daerah, KPU, Bawaslu, instansi vertikal, hingga camat, kepala desa, pendidik, pelajar, dan mahasiswa. Keberagaman yang hadir bukan sekadar keramaian, melainkan cerminan nyata bahwa kemerdekaan RI dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, menyatukan suara dari desa hingga kota.
Upacara berjalan tertib dan khidmat, ditutup dengan penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, dan doa bersama yang memohon berkah serta kemajuan bagi bangsa dan daerah. Momen doa ini menjadi pengingat bahwa di balik kemerdekaan yang diraih terdapat perjuangan, pengorbanan, dan harapan agar generasi mendatang tetap hidup dalam kebebasan yang penuh tanggung jawab.
Setelah rangkaian upacara selesai, suasana beralih menjadi hangat dalam ramah tamah antarunsur pimpinan daerah dan seluruh tamu undangan. Pertukaran sapa dan senyum di akhir peringatan ini menjadi penegas bahwa kemerdekaan sejati lahir dari persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan - semangat yang akan terus dijaga untuk kemajuan Sumba Barat di masa mendatang. (YL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....