Pemprov NTT Salurkan Logistik bagi Warga Terdampak Gempa
- 19 Agt 2026 12:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT terus menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores. Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Pada Selasa (18/8/2026), bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Bantuan tersebut diserahkan kepada Camat Pulau Ende, Ahmad, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan untuk Pulau Ende terdiri atas dua unit tenda keluarga berukuran 4 x 6 meter dan 100 paket sembako. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Pemprov NTT dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.
Selain Kabupaten Ende, BPBD Provinsi NTT juga menyalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Nagekeo. Bantuan yang diberangkatkan menuju Mbay itu terdiri atas 500 kilogram beras, lima koli terpal, 50 lembar tikar, 50 dos air mineral, 60 rak telur, 15 dos minyak goreng, 30 selimut, 50 dos mi instan, dua dos popok, dan 10 unit spons.
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas pemerintah selama masa tanggap darurat.
Melalui Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore, Pemprov NTT menegaskan penanganan bencana akan dilakukan secara cepat dan terpadu. Pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah yang mengalami dampak cukup serius.
Dukungan untuk penanganan bencana juga datang dalam bentuk dana. Hingga 18 Agustus 2026, saldo rekening dana penampungan bencana Pemerintah Provinsi NTT tercatat sebesar Rp4.359.200.000.
Dana tersebut berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp2,5 miliar, Pemerintah Provinsi Maluku Rp1,5 miliar, serta sumbangan masyarakat umum sebesar Rp359,2 juta.
Selain mengelola bantuan dana, Posko Provinsi BPBD NTT terus menyalurkan kebutuhan logistik dan medis ke wilayah terdampak. Pada Selasa (18/8/2026), bantuan medis yang telah disalurkan antara lain 1.000 tablet paracetamol, 1.000 tablet amoxicillin, 1.000 botol ambroxol, 1.000 tablet asam folat, 100 botol dexamethasone injeksi, 100 tube ranitidine injeksi, 100 ampul lidocaine injeksi, dan 1.000 tablet acetylcysteine.

Bantuan peralatan medis juga mencakup 100 unit disposable syringe 3 cc, 250 unit Abbocath 24, 500 unit infus set, 200 unit infus set pediatric, serta 10 rol plester berukuran 5 x 5. Berbagai obat dan perlengkapan kesehatan lainnya turut disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Untuk mendukung kebutuhan pangan, bantuan yang disalurkan antara lain bubur instan dan berbagai jenis mi instan dalam kemasan cup. Seluruh bantuan tersebut dikoordinasikan melalui posko tanggap darurat dan disalurkan secara bertahap berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa Flores juga datang dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) melalui gerakan APPSI Peduli.
Bantuan diserahkan Direktur Eksekutif APPSI, Hj. Ismiati, di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi BPBD Provinsi NTT, Selasa (18/8/2026). Bantuan tersebut diterima Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Ismiati mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi yang tergabung dalam APPSI terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Bantuan senilai sekitar Rp150 juta itu terdiri atas makanan siap saji, mi instan, roti, bantal, selimut, sarung, tikar, air mineral, serta sejumlah kebutuhan lainnya. Bantuan diangkut menggunakan dua truk.
Menurut Ismiati, bantuan tersebut disalurkan melalui Pemprov NTT agar distribusinya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap kabupaten terdampak.
Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemprov NTT dalam menangani bencana serta koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, dan berbagai unsur terkait.
Pemprov NTT memastikan seluruh bantuan yang diterima akan terus dikelola melalui posko tanggap darurat dan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....