Gubernur Melki Gaungkan Pergub Jam Belajar di SMK Sadar Wisata Ruteng

  • 06 Jul 2026 22:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di SMK Sadar Wisata Ruteng, Sabtu 4 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga meresmikan Dapur Flobamorata, NTT Mart by One School One Product, dan meluncurkan buku "Kelas Ruang Navigasi Peradaban" karya guru SMA/SMK/SLB Manggarai.

"Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Anak-anak lebih banyak berada di rumah dan di tengah masyarakat. Karena itu kita semua harus menjadi bagian dari proses mendidik mereka," kata Gubernur.

Pergub no.24 tahun 2026 mewajibkan keluarga menciptakan suasana belajar setiap hari pukul 18.00–19.30 WITA. Kebijakan itu untuk memperbaiki peringkat pendidikan NTT yang masih di posisi bawah nasional berdasarkan Tes Kemampuan Akademik.

Gubernur menegaskan sekolah tak hanya mengejar nilai akademik. Melalui program One School One Product, siswa didorong berkreasi dan berwirausaha. Produk sekolah dipasarkan lewat NTT Mart, bersama konsep One Village One Product dan One Community One Product.

"Kita ingin sekolah menjadi tempat lahirnya inovasi. Anak-anak belajar menghasilkan karya, mencintai produk daerahnya, sekaligus memahami bahwa kreativitas memiliki nilai ekonomi," ujar Gubernur.

Dialog dengan siswa jadi momen hangat. Sela SMP Imakulata bercerita sudah jualan bingkai foto dan makanan lokal sejak kelas VII. Gilbert SMA Santo Fransiskus menerbitkan buku kumpulan tulisan siswa. Nadia SMK Sadar Wisata bangga kain tenun Songke karyanya laku terjual habis di Gebyar SMK Kupang.

Cerita paling mengundang senyum datang dari Ica, siswa kelas VI SDK Ruteng. Saat ditanya harapan untuk pemerintah, jawabannya singkat: "Yang penting jadi suporter."

"Itulah mengapa kita membangun OSOP dan NTT Mart. Yang paling berharga bukan sekadar hasil penjualannya, tetapi tumbuhnya rasa percaya diri bahwa karya mereka bernilai," kata Gubernur.

Gubernur menambahkan defisit perdagangan NTT tinggi karena konsumsi produk luar daerah. Karena itu sekolah harus membiasakan siswa mencipta, mengolah potensi lokal, dan bangga pakai produk daerah sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....