Peletakan Batu Pertama Tongkonan Perkuat Kerukunan di Kupang

  • 23 Jun 2026 14:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Tongkonan Kerukunan Keluarga Toraja di Kaniti, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Selasa 16 Juni 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan nilai persatuan, keberagaman, dan pembauran sosial di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri pengurus Kerukunan Keluarga Toraja, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah daerah, serta warga Toraja yang menetap di Kabupaten Kupang dan wilayah Nusa Tenggara Timur. Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama yang dimiliki Kabupaten Kupang.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mengatakan Kabupaten Kupang merupakan rumah bersama bagi seluruh warga negara yang hidup dan berkarya di wilayah tersebut.

“Kabupaten Kupang adalah rumah bersama dalam bingkai NKRI. Kita hidup dalam keberagaman, ada masyarakat Timor, Rote, Flores, Sabu, Jawa, Sumatra, Kalimantan, termasuk saudara-saudara kita dari Toraja. Semua adalah bagian dari keluarga besar Indonesia,” ucap Yosef Lede, saat di temui RRI.CO.ID, Selasa 16 Juni 2026.

Menurutnya, masyarakat Toraja telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial di Kabupaten Kupang. Keberadaan mereka selama bertahun-tahun tidak hanya memperkaya keragaman budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kupang menyambut baik pembangunan Sekretariat Tongkonan sebagai simbol eksistensi, identitas budaya, sekaligus wujud kebersamaan masyarakat Toraja yang telah hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Yosef Lede berharap bangunan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan warga Toraja, tetapi juga menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.

“Rumah ini jangan hanya menjadi tempat berkumpul orang Toraja semata, tetapi harus menjadi rumah berkat bagi semua. Tempat yang menghadirkan persaudaraan, gotong royong, dan semangat membangun bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yosef Lede mengatakan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan pembangunan sosial yang kuat. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat hubungan antarwarga melalui berbagai wadah yang mampu mempererat persatuan dan kebersamaan.

Menurutnya, keberadaan Tongkonan dapat menjadi simbol bagaimana keberagaman dapat dirawat dan dijadikan kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari budaya Indonesia juga dinilai dapat terus tumbuh melalui aktivitas yang dilakukan di sekretariat tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat nilai persatuan dan pembauran sosial sesuai kemampuan daerah. Dukungan terhadap pembangunan Tongkonan juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kerukunan antarumat dan antarsuku yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Kupang.

Bupati berharap proses pembangunan sekretariat dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya menjadi pusat kegiatan yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi masyarakat Toraja tetapi juga masyarakat Kabupaten Kupang secara keseluruhan. Melalui pembangunan Tongkonan, Yosef Lede mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, menghargai perbedaan, dan memperkuat gotong royong sebagai modal utama dalam membangun Kabupaten Kupang yang aman, harmonis, dan sejahtera. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....