Fatuleu Barat Jadi Pusat Pencanangan BBGRM Ke-23 Kabupaten Kupang
- 23 Jun 2026 14:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang resmi mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-23 Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus mendekatkan berbagai layanan pemerintah kepada masyarakat desa.
Pencanangan BBGRM berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Kupang, para Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat se-Kabupaten Kupang, kepala desa, Ketua BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, hingga para pelajar. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kupang, Jhon Sula, mengatakan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, terutama Pemerintah Kecamatan Fatuleu Barat dan seluruh pemerintah desa yang terlibat.
“Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya kolaborasi dan koordinasi yang solid antar-OPD. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Camat Fatuleu Barat beserta para kepala desa atas kesiapannya menjadi tuan rumah,” ucap Jhon Sula, kepada RRI.CO.ID, Senin 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan BBGRM berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005 yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan melalui semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan pelestarian nilai-nilai gotong royong. Tahun ini, BBGRM mengusung tema “Dengan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, Kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa sebagai Mitra Pemerintah Desa.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran lembaga kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Tidak hanya menjadi ajang seremonial, pencanangan BBGRM Ke-23 juga dirangkaikan dengan berbagai pelayanan dan bantuan langsung kepada masyarakat dari sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kupang. Dinas PMD dan P3A menyerahkan bantuan 50 anakan kelapa hibrida serta bantuan langsung tunai (BLT) secara simbolis kepada masyarakat Desa Kalali. Sementara itu, Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan keluarga berencana secara gratis.
Untuk mendukung akses informasi dan komunikasi masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika menghadirkan layanan internet gratis selama tiga hari. Sedangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuka pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Desa Poto.
Di sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 1.575 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sementara itu, Dinas Peternakan memberikan pelayanan kesehatan hewan gratis berupa vaksinasi, pemberian vitamin, hingga layanan inseminasi buatan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak masyarakat.
Pada sektor lingkungan hidup, pemerintah juga menyerahkan bantuan sebanyak 85 anakan pohon yang terdiri atas merbau, nangka, sirsak, sukun, dan pinang. Bantuan tersebut diharapkan mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan di wilayah Fatuleu Barat.
Selain itu, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan 10 unit pukat bagi nelayan pesisir, sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Samsat Keliling untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan perpajakan. Dinas Sosial juga turut ambil bagian dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Feteaser Demitrius Tafetin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Poto sebagai lokasi pencanangan BBGRM tingkat kabupaten tahun ini. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah di wilayah Fatuleu Barat membawa semangat baru bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir budaya gotong royong di desa mulai mengalami penurunan. Karena itu, BBGRM diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersamaan dalam pembangunan.
“Hari ini kami sangat bersyukur. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas PMD yang memilih Desa Poto sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan. Ini menjadi pertanda penting untuk menggerakkan kembali kesadaran masyarakat akan budaya gotong royong,” ucapnya.
Feteaser juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan filosofi lokal yang selama ini menjadi semangat pembangunan di Kabupaten Kupang, yakni bekerja bersama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, gotong royong merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga, terlebih di tengah berbagai tantangan pembangunan dan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Pencanangan BBGRM Ke-23 ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan gotong royong yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Kupang selama satu bulan ke depan. Pemerintah berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....