Bupati Kupang Canangkan BBGRM Ke-23, Perkuat Gotong Royong

  • 23 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang resmi mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-23 Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Kantor Kecamatan Fatuleu Barat, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, dan dihadiri unsur DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan LSM, tenaga kesehatan, serta kalangan pendidikan.

Mengusung tema “Dengan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa sebagai Mitra Pemerintahan Desa”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa gotong royong merupakan warisan budaya yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman dan modernisasi yang semakin pesat. Menurutnya, nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat desa tidak boleh luntur oleh perubahan sosial dan teknologi.

“Gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah dan mempermudah kehidupan masyarakat. Budaya ini harus terus kita hidupi di desa-desa. Ada susah kita sama-sama, ada senang kita sama-sama, ada musibah pun kita tanggung bersama,” ucap Yosef Lede, kepada RRI.CO.ID, Senin 15 Juni 2026.

Menurutnya, semangat gotong royong juga menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi keterbatasan anggaran pembangunan yang saat ini dihadapi pemerintah daerah. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, berbagai kebutuhan pembangunan di desa dapat tetap dijalankan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

Ia menilai kekuatan sosial masyarakat merupakan modal utama yang harus terus dirawat agar pembangunan berjalan lebih efektif dan merata hingga ke pelosok desa. Pemilihan Kecamatan Fatuleu Barat sebagai lokasi pencanangan BBGRM tahun ini juga menjadi bentuk perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap potensi yang dimiliki wilayah tersebut.

Bupati meminta seluruh pimpinan OPD yang hadir untuk melihat langsung berbagai peluang pengembangan yang ada di Fatuleu Barat, baik di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, maupun ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi yang dimiliki wilayah tersebut perlu mendapat dukungan program pembangunan yang lebih maksimal agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain menggelorakan semangat kerja bakti dan kebersamaan, kegiatan BBGRM Ke-23 juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Kupang. Salah satu program yang diperkenalkan adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui skrining kesehatan secara berkala.

Program ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk penerima bantuan sosial seperti BLT dan PKH serta peserta didik di sekolah-sekolah. Pemerintah berharap melalui program tersebut, berbagai penyakit dapat dideteksi lebih dini sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

Selain itu, Pemkab Kupang juga terus mendorong pengembangan sektor peternakan melalui program Sapi Unggul NTT. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas genetik ternak melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB), sehingga mampu menghasilkan sapi dengan kualitas yang lebih baik dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Di akhir kegiatan, Bupati Yosef Lede mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan untuk menjadikan BBGRM Ke-23 sebagai momentum memperkuat modal sosial masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kabupaten Kupang dapat terus dipelihara dan dikembangkan sebagai kekuatan bersama dalam mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....