Harga Minyak Tanah Membebani Pedagang Kecil Kupang

  • 22 Jun 2026 07:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kota Kupang dalam beberapa bulan terakhir semakin dikeluhkan masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada bahan bakar tersebut untuk menjalankan aktivitas usaha sehari-hari. Kondisi ini juga berdampak pada kenaikan harga yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Salah satu pedagang makanan di Kantin SDK Don Bosco 4, Novi, mengaku sudah merasakan kelangkaan minyak tanah selama lebih dari dua bulan terakhir. Menurutnya, harga minyak tanah yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu per jerigen kini meningkat hingga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per lima liter di tingkat eceran.

“Kami sudah rasakan kelangkaan minyak ini hampir tiga bulan. Dulu kalau di agen sekitar Rp20 ribu, sekarang di eceran bisa Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per lima liter, itu pun kadang tidak penuh,” ujar Novi saat diwawancarai RRI, Kamis 4 Juni 2026.

Keluhan serupa disampaikan oleh ibu rumah tangga yang akrab disapa Mama Gabriel. Ia mengatakan masyarakat semakin kesulitan memperoleh minyak tanah dengan harga terjangkau karena pasokan yang terbatas dan aturan pembelian yang ketat di sejumlah pangkalan maupun agen.

“Kalau di agen biasanya dibatasi satu jerigen dan harus bawa fotokopi KTP atau KK. Kalau alamat tidak sesuai dengan wilayah agen, sering kali tidak dilayani,” kata Mama Gabriel.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari minyak tanah di tempat lain dengan harga yang lebih mahal. Novi dan Mama Gabriel berharap pemerintah bersama Pertamina dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah yang terus berulang setiap tahun.

Mereka menilai stabilitas pasokan dan harga sangat penting agar kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil dapat terpenuhi tanpa menambah beban ekonomi masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....