Nilai Budaya Harus Diwariskan ke Generasi Muda

  • 05 Jun 2026 15:23 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga tenun, tarian, atau busana adat. Nilai-nilai budaya yang membentuk karakter masyarakat juga harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, saat penutupan Bulan Budaya di Jemaat GMIT Sontetus Oeika, Klasis Kupang Tengah, Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang, Kamis 4 Juni 2026. Menurutnya, selama ini pelestarian budaya sering kali lebih berfokus pada aspek fisik yang mudah dilihat, budaya juga mencakup nilai-nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat, seperti disiplin, rasa hormat kepada orang tua, tanggung jawab, etika, dan kepedulian sosial.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus. Tanpa pewarisan nilai, budaya berisiko kehilangan makna dan hanya tersisa sebagai simbol atau pertunjukan semata.

"Karena itu budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda bukan hanya yang tampak secara fisik seperti tenun, tarian atau busana adat. Yang lebih penting adalah nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat seperti rasa malu, sikap hormat, disiplin, etika, tanggung jawab dan berbagai nilai luhur lainnya," ucap Aurum Titu Eki, saat di temui RRI.CO.ID, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, menjaga budaya berarti menjaga identitas masyarakat, Oleh karena itu, keluarga, gereja, sekolah, dan pemerintah perlu mengambil peran bersama dalam memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat. Aurum juga menyoroti semakin berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam mengenal sejarah dan tradisi daerahnya.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan hilangnya pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, ia mendukung berbagai upaya pelestarian budaya yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, dan kalangan akademisi.

Menurutnya, budaya harus terus diperkenalkan kepada generasi muda dengan cara yang relevan agar tetap dikenal dan dipahami. Ia berharap kegiatan-kegiatan budaya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal kembali akar budaya dan identitasnya. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....