Bupati Kupang Lepas Mahasiswa KKN UPG 1945, Dorong Jadi Agen Perubahan di Desa

  • 03 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Semangat pengabdian dan kolaborasi untuk pembangunan daerah mewarnai pelepasan 150 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, di Aula Kantor Bupati Kupang, Selasa, 2 Mei 2026. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan program KKN selama kurang lebih dua bulan di berbagai desa yang tersebar di Kecamatan Kupang Timur dan Kecamatan Kupang Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi.

“Kuliah Kerja Nyata adalah bentuk pengabdian yang sesungguhnya. Karena itu saya meminta seluruh mahasiswa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan mengikuti seluruh arahan serta standar operasional yang telah diberikan oleh kampus,” ujar Bupati yang akrab disapa Yos.

Bupati juga mengingatkan para mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan kehidupan sosial masyarakat serta hadir sebagai mitra yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di desa. Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, kesehatan, pendidikan hingga lingkungan hidup.

Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. “Saya ingin mahasiswa benar-benar melaksanakan pengabdian. Tinggalkan jejak yang baik di masyarakat. Disiplin dan kejujuran adalah modal penting untuk masa depan,” kata Yosef Lede.

Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kampus dalam pelaksanaan program KKN tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa sebelum diterjunkan ke lokasi, para mahasiswa telah dibekali berbagai materi terkait kondisi sosial, ekonomi, serta tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kupang.

“Mahasiswa harus menjadi sahabat dan mitra masyarakat. Hadir bukan untuk merasa lebih pintar, tetapi untuk belajar bersama, berbagi pengetahuan, dan memberikan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 150 mahasiswa akan ditempatkan di 18 lokasi KKN yang tersebar di Kecamatan Kupang Timur dan Kecamatan Kupang Barat. Selama masa pengabdian, pihak universitas akan melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala melalui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan tim monitoring kampus guna memastikan seluruh program berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Rektor berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan hasil penelitian, inovasi, dan berbagai program pengabdian perguruan tinggi untuk membantu masyarakat mengatasi persoalan di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya. Pelepasan mahasiswa KKN ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan UPG 1945 NTT dalam membangun daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan yang akan memperkaya kompetensi, kepemimpinan, dan karakter mereka sebagai generasi penerus pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....